Kompas.com - 29/07/2019, 17:44 WIB

KOMPAS.com - Anne Lorimor tak mau gelar kebanggaannya digondol tanpa perlawanan. 

Perempuan asal Arizona, Amerika Serikat itu, empat tahun lalu membukukan diri sebagai pendaki tertua yang menaklukkan salah satu puncak tertinggi dunia, Kilimanjaro, Tanzania.

Kala itu, usia Anne Lorimor sudah menginjak 85 tahun. 

Namun, rekor itu ternyata tak bertahan lama. Seorang perempuan yang lebih tua darinya, berhasil menaklukkan puncak dengan ketinggian 19.341 kaki tersebut.

Lalu, seorang lelaki yang juga lebih tua, kembali menaklukkan gunung yang sama.

Baca juga: Eksis sebelum Indonesia Merdeka, Ini 5 Pabrik Kecap Manis Tertua

Bulan ini, --setelah Lorimor berusia 89 tahun, dia kembali ke Tanzania.

Dan, beberapa hari kemudian, dia kembali ke kampung halamannya di Arizona, dengan merebut kembali gelarnya sebagai pendaki tertua Kilimanjaro. 

"Ada suatu titik ketika saya benar-benar khawatir, karena saya sempat terjatuh sebelum saya mulai mendaki gunung itu," ungkap Lorimor.

"Saya mengalami nyeri luar biasa pada bagian samping, hingga tak bisa menarik nafas panjang."

"Saya khawatir, kalau saya tak bisa menghirup cukup oksigen, dan tak bisa menuntaskan rencana saya," kata dia. 

Namun demikian, kecelakaan itu tak menghambat niatnya. Dia berkeras dan merancang perjalanan selama sembilan hari. 

Lorimor dulunya adalah instruktur di universitas setempat.

Dia juga yang mendirikan organisasi Creating Exciting Futures (CEF) di tahun 2004. Organisasi itu dibangun untuk memberi dukungan bagi anak telantar.

Sekalipun bukan pendaki profesional, Lorimor sudah menikmati kegiatan mendaki nyaris di sepanjang hidupnya. Demikian bunyi keterangan yang dimuat di website CEF.

Disebutkan, dia sengaja menyasar target untuk menaklukkan Kilimanjaro, demi memberikan dukungan bagi anak dan remaja melalui organisasi yang dibuatnya.

Baca juga: Jathilan, Tarian Tertua di Tanah Jawa

"Ketika saya mengombinasikan cinta pada pendakian gunung, dengan passion saya menolong anak-anak, apa lagi yang lebih indah dalam hidup?" kata dia.

Kilimanjaro adalah gunung tertinggi di Afrika, yang sebagian besar jalur pendakian sebenarnya menuntut kesiapan non-teknis.

Artinya, kondisi jalur Kilimanjaro sebenarnya memungkinkan orang-orang dari berbagai kemampuan untuk bisa mencapai puncak.

Baca juga: Mengenal Tato Mentawai, Seni Rajah Tertua di Dunia

Namun bagaimana pun, pendakian gunung tetap memberikan tantangan yang besar, karena ketinggiannya.

Proses pendakian menuntut para pelakunya untuk peka dalam melakukan penyesuaian (aklimatisasi).

Selain itu, kemampuan fisik pun harus dilengkapi dengan kekuatan mental demi bisa mencapai puncak tertinggi, seperti yang dilakukan "nenek" Lorimor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.