Kompas.com - 29/07/2019, 19:13 WIB

KOMPAS.comNora Keegan suatu hari mendapati kupingnya berdenging panjang tak lama setelah dia menggunakan mesin pengering tangan (hand dryer).

Nora, bocah perempuan asal Calgary, Kanada tersebut masih berusia sembilan tahun ketika mengalami pengalaman buruk dengan mesin tersebut.

Dia pun mendapati banyak bocah seusianya yang menggunakan mesin yang sama. Maka, tak lama setelah itu, dia memutuskan untuk melakukan investigasi.  

Hampir empat tahun kemudian, hasil penelitian Nora dipublikasikan di sebuah jurnal sains, -tepatnya ketika dia baru berumur 13 tahun.

"Oh, itu gila." Kalimat itu yang pertama kali diungkapkan Nora menanggapi dimuatnya hasil penelitiannya di jurnal Kanada, Paediatrics & Child Health.

"Saya masih ingat, waktu itu saya sedang di sekolah, dan saya happy sekali," kata dia kepada laman Good Morning America. 

Nora memulai eksperimen sains nya saat duduk di bangku kelas lima, dengan dukungan dari orangtuanya -yang keduanya dokter.

Baca juga: Mesin Pengering Pakaian Sebabkan Jerawat, Percaya?

Mereka berkeliling mencari hand dryer di tempat-tempat umum yang banyak digunakan oleh anak-anak, seperti perpustakaan dan restoran. 

Untuk penelitian ini, keluarga Nora rela membeli alat pengukur decibel meter profesional. Dia juga menggunakan penggaris dan pita pengukur untuk mengetahui volume sebuah mesin pengering.

"Kami selalu membawa sebuah tas yang berisi seluruh perlengkapan tersebut. Di mana pun kami mendapatkan mesin pengering tangan, kami akan datang dan mengukurnya," kata Nora.

"Atau, ketika kami pergi menonton pertandingan hoki saudara perempuan saya, kami selalu melihat apakah di arena tersebut disediakan mesin pengering."

Selama dua tahun, Nora bisa mengukur volume 44 pengering tangan.

Setelah satu tahun melakukan pengujian, usaha Nora ini diganjar dengan medali perunggu dalam acara pekan sains di wilayahnya pada tahun 2016. 

Nora pun memutuskan untuk terus melakukan riset dan pengujian. Dia lalu menjalani proyek ini ketika sudah duduk di kelas enam. Kali ini dia menggondol medali emas. 

"Penelitian saya mengungkap, bahwa hand dryer bisa mengeluarkan suara lebih dari 100 desibel, di mana anak-anak seharusnya sama sekali tak terpapar dengan itu."

Baca juga: Mesin Pengering Tangan Justru Bisa Sebarkan Bakteri

"Saya rasa ini menjadi masalah, karena mesin pengering tangan adalah alat yang sehari-hari kita pakai, dan merupakan hal umum, padahal ini bisa melukai kuping anak-anak," sebutnya.

"Karena pertimbangan itu, saya memutuskan untuk terus melakukan riset demi mendapatkan hasil yang akurat, dengan data yang lebih lengkap," kata dia. 

Kebisingan di atas 85 desibel dalam periode waktu yang lama dapat mulai merusak pendengaran orang dewasa.

Sementara suara keras di atas 120 desibel dapat menyebabkan kerusakan seketika pada telinga. Demikian ukuran yang dilansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat.

Sebagai pembanding, musik yang diputar melalui headphone pada volume tertinggi mencapai 94-110 desibel. Demikian data National Institutes of Health (NIH).

Khawatir dengan hasil risetnya, Nora tidak hanya terus mengumpulkan lebih banyak data, dia juga mulai mencari solusi tentang bagaimana volume pengering tangan dapat dikurangi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.