Kompas.com - 30/07/2019, 07:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, coffee shop, termasuk Starbucks, seakan menjadi rumah ketiga. Tempat tersebut bukan sekadar untuk minum kopi, melainkan aktivitas membangun koneksi, seperti meeting hingga berkumpul dengan teman.

Tak itu saja, terkadang kedai kopi pun menjadi 'kantor' bagi mereka yang bekerja secara remote.

Berangkat dari fakta di atas, peritel kopi asal Amerika Serikat tersebut membuat Starbucks Cup of Stories, program yang mengajak pelanggan untuk bercerita dan berbagi momen unik dari meneguk segelas kopi.

Chief marketing officer Starbucks Indonesia Liryawati mengungkapkan, ikatan antara Starbucks dan pelanggan dimulai dari momen mereka menikmati secangkir kopi di gerai hingga kemana pun mereka membawanya.

Baca juga: Membuat Cold Brew Nikmat ala Starbucks

Ini juga yang dianggap membuat Starbucks dan pelanggan memiliki cerita penuh warna

"Percakapan hangat yang terjadi di Starbucks senantiasa membangun momen kebersamaan dan cerita yang berkesan," kata Liryawati di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Ia percaya, banyak cerita menarik di Starbucks, terutama dari pengalaman pelanggan.

Selain itu, ia percaya setiap cerita yang tertuang pada segelas Starbucks memiliki kekuatan untuk mempererat satu sama lain.

Starbucks Cup of Stories mencerminkan misi Starbucks untuk selalu menginspirasi dan memelihara semangat kebersamaan—one person, one cup and one neighborhood at a time.

 Baca juga: Sentuhan Khas NTT di Gerai Starbucks Labuan Bajo

Tertarik berbagi cerita?

Cukup membeli minuman di Starbucks hingga 9 September 2019, lalu scan QR code pada gelas untuk mendapatkan stiker dan kupon khusus.

Sebagai penyemarak, Starbucks menggandeng empat ilustrator muda dengan semangat yang sama, mulai dari Muklay, Dinda Puspitasari, Sarkodit, dan Citra Marina. Karya mereka menggambarkan semangat optimisme, unik, dan penuh warna. 

"Kami begitu antusias untuk melihat bagaimana Starbucks Cup of Stories ini akan menjadi penyemangat bagi sesama untuk berbagi cerita dan memiliki hubungan dengan Starbucks”, tutup Liryawati.

Baca juga: Ini Alasan Ukuran Minuman Starbucks Berbeda dengan Gerai Kopi Lain

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.