Demi Tubuh Ideal, Terapkan 5 Tips Ini Saat Sarapan

Kompas.com - 30/07/2019, 13:45 WIB
Ilustrasi sarapan bergizi. Shutterstock.Ilustrasi sarapan bergizi.

KOMPAS.com - Menurut para ahli, sarapan adalah waktu makan paling penting yang tidak boleh dilewatkan.

Selain membantu mengisi energi, sarapan juga diklaim membantu dalam menurunkan berat badan.

Ahli gizi Kim Pearson memaparkan lima hal yang harus kita perhatikan demi mencapai tubuh ideal dengan memanfaatkan momen sarapan ini. Berikut lima cara agar sarapan bisa menjadi sarana untuk menurunkan berat badan:

1. Jangan lewatkan sarapan

Kecuali jika mengikuti puasa intermiten yang membatasi waktu makan dan menjadwalkan makan di jam-jam tertentu, jangan tergoda untuk melewatkan sarapan.

Menurut Pearson, banyak orang melewatkan sarapan untuk menghemat kalori. Naasnya, di sore hari mereka justu mengonsumsi makanan manis atau tidak mampu berhenti makan meski telah selesai menyantap makan malam.

Memulai hari dengan sarapan yang baik dapat mengurangi kemungkinan kita makan berlebihan di waktu mendatang.

Baca juga: Olahraga di Pagi Hari, Perlu Sarapan atau Tidak?

2. Konsumsi protein

Yang paling penting untuk diingat saat sarapan adalah kita harus mengonsumsi makanan agar energi terpenuhi sampai waktu makan siang tiba.

Dengan sarapan, kita tidak mudah tergoda untuk menyantap camilan dan memiliki banyak energi serta kemampuan fokus untuk beraktivitas hingga makan siang tiba.

Banyak orang mengonsumsi karbohidrat bertepung, seperti roti atau sereal sebagai menu sarapan.

Padahal, mengonsumsi makanan berprotein adalah pilihan terbaik untuk memperlambat pelepasan energi dan membuat kita kenyang lebih lama.

Nah, agar kita mendapatkan menu sarapa terbaik, cobalah untuk mengonsumsi telur dan alpukat yang dikombinasikan dengan roti gandum untuk mendapatkan asupan protein, lemak sehat, dan karbohidrat yang dapat memperlambat pelepasan energi dan membuat kenyang hingga waktu makan siang tiba.

Baca juga: Sarapan dengan Menu Berprotein Bantu Jaga Berat Badan

 3. Hindari makanan manis

Hindari makanan kemasan seperti biskuit atau snack bar yang dikemas dengan gula, karena makanan tersebut cenderung menyebabka penurunan energi dan meningkatkan nafsu makan.

Jika tidak punya waktu untuk menyiapkan sarapan sehat, konsumsilah smoothie protein.

Campurkan satu sendok bubuk protein berkualitas baik, sumber lemak yang sehat (kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat), beberapa sayuran (bayam, cukini), sebagian buah (beri campur) dan seteguk susu kacang. Lalu, blender bahan-bahan tersebut selama 30 menit.

Baca juga: Konsumsi Makanan Manis Jelang Tidur, Sebabkan Sugar Rush pada Anak?

4. Persiapan Makan

Perencanaan yang cermat adalah elemen kunci dalam semua penurunan berat badan dan pola makan sehat.

Recana makan yang spontan, atau keputusan yang dibuat saat lapar, biasanya membuat kita memilih menu makanan tak sehat.

Untuk mendapatkan menu makanan yang sehat, kita bisa membuat telur dadar isi sayur, puding biji chia, dan bahan smoothie yang sudah disiapkan sebelumnya.

Dengan cara itu, kita bisa menikmati sarapan sehat yang sempurna tanpa harus repot memikirkannya lagi.

Baca juga: Benarkah Makan Lebih Sering Bikin Metabolisme Aktif?

5. Jaga rutinitas

Usahakan untuk sarapan pada waktu yang sama setiap hari. Penelitian telah menunjukkan makan tidak teratur dapat meningkatkan kemungkinan kita mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2, terlepas dari jumlah kalori yang kita konsumsi.

Waktu makan yang teratur juga dapat membantu mengatur ritme sirkadian kita.
Menurut Pearson, banyak orang yang terjebak kesibukan hingga lupa waktu makan.

Untuk mengatasinya, kita bisa mengatur alarm di ponsel agar dapat membantu mengingatkan kita untuk makan tepat waktu.

Baca juga: Banyak Makan Sayur dan Buah Mengurangi Risiko Kematian, Apa Sebabnya?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X