Meski Berat Badan Normal, Lemak di Perut Tetap Berbahaya

Kompas.com - 30/07/2019, 15:29 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

KOMPAS.com - Kita semua tahu bahwa lemak perut berlebih berbahaya bagi kesehatan.

Lemak perut juga banyak dikaitkan dengan obesitas. Itulah mengapa banyak orang berupaya menurunkan berat badan untuk mencegah penyakit-penyakit kronis.

Namun, sebuah studi terbaru menyebutkan, lemak perut bisa meningkatkan risiko penyakit berbahaya seperti sakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan kanker, tidak hanya bagi penderita diabetes.

Mereka yang memiliki berat badan normal dengan lemak perut berlebih bisa menjadi sasaran gangguan kesehatan tersebut. 

Studi tersebut dilakukan sebagai hagian dari program Women's Health Initiative dari National Institute of Health dan dipublikasikan di jurnal medis JAMA Network Open.

Dalam studi itu disebutkan, perempuan di usia post-menopause dengan berat badan normal memiliki risiko kematian 31 persen lebih tinggi.

Baca juga: Biji Rami Bantu Turunkan Berat Badan, Percaya?

Risiko itu muncul jika mereka memiliki kelebihan lemak perut. Risiko ini sama dengan yang dimiliki individu dengan obesitas.

Kebanyakan kita mengira lemak perut berlebih banyak dimiliki oleh laki-laki atau perempuan bertubuh gemuk.

Namun Endokrinolog di Weill Cornell Medicine, Dr. Rekha Kumar mengatakan, lemak tersembunyi itu bisa lebih sulit dideteksi daripada yang diduga.

"Beberapa orang mungkin terlihat memiliki berat badan berlebih atau perut buncit."

"Tapi beberapa orang punya kecenderungan menyimpan lemak pada bagian perut," kata Kumar lagi.

Rasio lingkar pinggang

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber NYPost
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Tanda Awal Kehamilan

10 Tanda Awal Kehamilan

Look Good
Peneliti Jerman Deteksi Covid-19 dalam ASI

Peneliti Jerman Deteksi Covid-19 dalam ASI

Feel Good
Pertengkaran Kakak dan Adik Tak Selalu Negatif

Pertengkaran Kakak dan Adik Tak Selalu Negatif

Feel Good
Respons Tepat Orangtua Hadapi Persaingan Kakak Adik

Respons Tepat Orangtua Hadapi Persaingan Kakak Adik

Feel Good
4 Penyebab Muntah pada Anak

4 Penyebab Muntah pada Anak

Feel Good
Yang Bisa Dilakukan untuk Tingkatkan Kualitas Pernikahan

Yang Bisa Dilakukan untuk Tingkatkan Kualitas Pernikahan

Feel Good
Cegah Jerawat akibat Pemakaian Masker Selama Pandemi

Cegah Jerawat akibat Pemakaian Masker Selama Pandemi

Look Good
Lady Gaga Pakai Berlian Tiffany Ratusan Miliar ke Taco Bell

Lady Gaga Pakai Berlian Tiffany Ratusan Miliar ke Taco Bell

Look Good
Lakukan 5 Perubahan Sederhana agar Rambut Lebih Kuat

Lakukan 5 Perubahan Sederhana agar Rambut Lebih Kuat

Look Good
Tetap Waspada karena Wabah Corona Belum Juga Reda

Tetap Waspada karena Wabah Corona Belum Juga Reda

BrandzView
Boneka Michael Jordan Dirilis dalam Seragam Dream Team

Boneka Michael Jordan Dirilis dalam Seragam Dream Team

Look Good
BAPE Rilis Sandal Karet Bertema Olimpiade, Mau?

BAPE Rilis Sandal Karet Bertema Olimpiade, Mau?

Look Good
5 Cara Membedakan Madu Asli dan Palsu

5 Cara Membedakan Madu Asli dan Palsu

Eat Good
Air Jordan 1 'Natural Grey' 1985, Mungkinkah Dirilis Ulang?

Air Jordan 1 "Natural Grey" 1985, Mungkinkah Dirilis Ulang?

Look Good
Pahami, Risiko Sakit Bokong karena Terlalu Lama Duduk

Pahami, Risiko Sakit Bokong karena Terlalu Lama Duduk

Feel Good
komentar di artikel lainnya
Close Ads X