Kompas.com - 31/07/2019, 13:29 WIB
Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). Kualitas udara di DKI Jakarta memburuk pada tahun ini dibandingkan tahun 2018. Prediksi ini berdasarkan pengukuran PM 2,5 atau partikel halus di udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). Kualitas udara di DKI Jakarta memburuk pada tahun ini dibandingkan tahun 2018. Prediksi ini berdasarkan pengukuran PM 2,5 atau partikel halus di udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).

JAKARTA, KOMPAS.com - Berolahraga di luar ruangan memang bisa membuat kita lebih bersemangat, tapi jangan nekat melakukannya saat kualitas udara sedang buruk akibat polusi.

Di Jakarta dan sekitarnya, kualitas udaranya belakangan ini memburuk dan masuk dalam ketegori tidak sehat, bahkan menempati ranking satu terburuk di dunia.

Dokter spelias paru-paru, Agus Dwi Susanto, FISR, FAPSR tidak menyarankan berolahraga di tempat berpolutan.

"Karena saat olahraga, frekuensi napas meningkat, di mana kebutuhan oiksigen meningkat," kata dokter paru dari RS Persahabatan Jakarta ini.

"Bayangkan kalau di tempat udara tidak bagus, frekuensi napas meningkat, bahan-bahan polutan terhirup pun makin banyak, dan mempengaruhi paru-paru," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com.

Agus menuturkan, orang-orang yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk olahraga, masuk dalam kategori yang berisiko tinggi terpapar polusi udara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika kualitas udara buruk, lebih baik olahraga di dalam ruangan.

"Atau kalau mau (olahraga di luar ruangan) pas weekend, di mana kualitas udara membaik," katanya.

Agus juga menganjurkan memilih area luar ruangan khusus untuk olahraga, salah satunya taman yang dikelilingi banyak pepohonan.

"Di sana lebih netralisir polutan dan udaranya lebih bagus, sehingga napas lebih baik," katanya.

Baca juga: Soal Polusi Udara Jakarta Buruk Saat Malam, Begini Kata BMKG

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.