Kompas.com - 31/07/2019, 15:05 WIB
Ilustrasi diet paleo Ilustrasi diet paleo

KOMPAS.com - Selain diet rendah karbohidrat, diet paleo juga diklaim ampuh untuk menurunkan berat badan.

Bahkan, jenis diet ini menjadi "jurus" para bidadari "Victoria's Secret" untuk mendapatkan dan menjaga tubuh indahnya.

Sayangnya, riset dari Australia yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition, membuktikan mereka yang menjalani diet paleo memiliki tingkat biomarker darah yang tinggi.

Tingginya tingkat biomarker darah ini terkait dengan penyakit jantung. Diet paleo juga berefek negatif bagi kesehatan usus.

Baca juga: Diet Paleo, Rahasia Langsing Bidadari Victorias Secret

Menurut peneliti, temuan ini menimbulkan beberapa tanda bahaya tentang diet paleo. Pola diet semacam ini diklaim para peneliti tidak menjamin kesehatan kita.

Diet paleo memang menerapkan larangan untuk mengonsumsi karbohidrat dan gula olahan, serta berfokus pada konsumsi daging, sayur, dan buah. Diet ini juga melarang konsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian utuh. 

Tentunya, hal tersebut sangat bagus untuk kebugaran tubuh kita. Namun, diet ini juga melarang konsumsi produk susu, biji-bijian utuh, dan gandum.

Pola diet ini memang masih menjadi kontroversi. Pasalnya, beberapa penelitian menunjukkan diet paleo dapat melindungi diri dari serangan jantung dan diabetes. Namun, beberapa riset justru mengklaim hal sebaliknya.

Riset terbaru ini dipimpil loleh ilmuwan Angela Genoni dan dilakukan dalam periode waktu satu tahun.

Baca juga: Mengenal Diet Pegan, Kombinasi Diet Paleo dan Vegan

 

Dalam riset ini, peneliti mengumpulkan biologis dari peserta yang terbagi dalam dua, yaitu 22 orang yang mengonsumsi kurang dari satu porsi biji-bijian dan susu per hari dan 22 orang yang menonsumsi lebih dari satu porsi biji-bijian dan susu per hari.

Untuk hasil yang akurat, peneliti mengambil sampel biologis dari peserta dan menilai pola diet mereka dan membandingkan hasilnya.

Para peneliti menemukan peserta yang melakukan diet paleo menunjukkan peningkatan kadar senyawa trimethylamine N-oxide dalam darah yang berhubungan dengan penyakit jantung.

Trimethylamine N-oxide terbentuk pertama kali di usus, dan levelnya tergantung pada diet seseorang dan bakteri yang mengisi usus mereka, di antara faktor-faktor lain.

Baca juga: Mengusir Lemak Perut Membandel Lewat Diet Vegan

Menurut Geroni, tingkat populasi spesies bakteri menguntungkan lebih rendah pada peserta yang melakukan diet paleo, karena adanya pengurangan asupan karbohidrat.

Hal inilah yang mengakibatkan munculnya penyakit kronis lainnya dalam jangka panjang.

Peneliti juga membukitkan, mereka yang melakukan diet paleo memiliki tingkat trimethylamine N-oxide yang tinggi karena tidak mengkonsumsi biji-bijian.

Padahal, biji-bijian merupakan sumber serat makanan yang membantu mengurangi risiko kardiovaskular.

Baca juga: Diet Unik dan Aneh ala Selebriti

"Kami menemukan kurang mengonsumsi biji-bijian utuh terkait dengan tingkat trimetilamin N-oksida," ucap Geroni.

Menurutnya, berkurangnya tingkat trimetilamin N-oksida dapat mengurangi pengurangan risiko penyakit kardiovaskular.

Hal semacam ini bisa kita temui pada orang-orang yang mengonsumsi biji-bijian utuh dalam jumlah besar.

Diet paleo melarang konsumsi biji-bijian utuh yang merupakan sumber tepung resisten baik dan megandung banyak serat yang dapat difermentasi, serta sangat bermanfaat untuk kesehatan mikrobioma dalam usus.

Selain itu, para peneliti menunjukkan peserta yang melakukan diet paleo juga memiliki konsentrasi bakteri usus “hungatella” yang lebih tinggi, yang menghasilkan senyawa.

Baca juga: Selipkan Camilan Diet dalam Pesanan Pakaian, Forever 21 Banjir Kritik

Menurut Genoni, kurang mengonsumsi biji-bijian dapat mengubah populasi bakteri untuk memungkinkan produksi yang lebih tinggi dari senyawa ini karena trimetilamin N-oksida diproduksi di usus.

Selain itu, diet Paleo juga menyarankan konsumsi daging merah yang lebih besar setiap harinya.

Hal ini menyebabkan senyawa prekursor untuk menghasilkan trimetilamin N-oksida. Mirisnya, mereka yang melakukan diet paleo juga mengonsumsi lemak jenuh dua kali lebih banyak dari konsumsi harian yang direkomendasikan.

Dengan kata lain, mengurangi konsumsi biji-bijian utuh berdampak serius bagi kesehatan usus dan jantung.

Peneliti juga berharap agar ada lebih banyak riset untuk membuktikan peran sayuran dan lemak jenuh dalam mengatur mekanisme biologis utama dalam usus.

Baca juga: Sering Dianggap Buruk, 10 Makanan Ini Bisa Membantu Program Diet

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber DMarge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.