Masa Sekolah Dasar, Puncak Pengembangan Kepribadian Anak

Kompas.com - 01/08/2019, 14:35 WIB
Siswa baru kelas satu Sekolah Dasar Negeri Pengadilan berbaris disaksikan para orangtua di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (15/7/2019). Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2019-2020 dimulai serentak dan para orang tua siswa hadir mengantar anaknya untuk mengenal lingkungan sekolah serta berinteraksi dengan pihak sekolah dan guru. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMISiswa baru kelas satu Sekolah Dasar Negeri Pengadilan berbaris disaksikan para orangtua di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (15/7/2019). Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2019-2020 dimulai serentak dan para orang tua siswa hadir mengantar anaknya untuk mengenal lingkungan sekolah serta berinteraksi dengan pihak sekolah dan guru.

KOMPAS.com - Seorang anak banyak belajar lewat tantangan-tantangan yang dihadapinya setiap hari.

Tapi, sudah tahukah bahwa perkembangan kepribadian anak berhenti ketika anak menginjak usia 12 tahun?

Artinya, orangtua perlu memberikan dukungan penuh dalam membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang unggul.

"SD ( Sekolah Dasar) adalah masa penting karena di situ puncak anak belajar untuk mengembangkan kepribadian."

"Perkembangan tahapan kepribadian anak selesai setelah 12 tahun. Kepribadian bisa berubah, tapi lebih sulit," kata Psikolog anak dan keluarga Rosdiana Setyaningrum M.Psi. MHPEd beberapa waktu lalu di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Baca juga: Penolakan adalah Pelajaran Penting dalam Fase Tumbuh Kembang Anak

Rosdiana menjelaskan tahapan perkembangan kepribadian anak sejak usia balita. Pada usia 1 hingga 3 tahun, anak harus lebih mandiri dan sebisa mungkin mengerjakan banyak hal sendiri.

Memasuki usia 4 hingga 5 tahun, anak sudah harus bisa memilih dan berkonsekuensi.

"Misal dia bilang mau ayam goreng ya dia harus makan. Enggak boleh begitu disediakan ayam dia tidak mau, lalu maunya nasi goreng. Itu enggak boleh," kata dia.

Memasuki usia SD, seorang anak idealnya bisa berprestasi. Tak harus dibidang akademis, anak bisa memilih bidang apapun yang diminatinya. Anak juga harus mulai bisa menerima risiko.

Ketika anak bisa mencetak prestasi, sekecil apapun prestasi itu akan membuat anak merasa dirinya berharga.

Baca juga: 4 Manfaat Bermain di Alam Bebas untuk Tumbuh Kembang Anak

Situasi itu jika terjadi terus-menerus akan menumbuhkan kepercayaan diri anak, bahwa dirinya bisa mengerjakan banyak hal sendiri.

Ketika seorang anak sudah merasa percaya diri, keyakinan tersebut akan terbawa hingga ia dewasa. Hal ini juga berlaku pada kepribadian lainnya.

Rosdiana mengatakan, kepribadian bisa berubah setelah usia 12 tahun, namun cenderung lebih sulit.

"Dengan dia merasa mampu, dia tahu kelebihan dirinya di mana dan kekurangannya di mana. Ini dasar kepercayaan dirinya bahwa dia bisa melakukan sesuatu," kata Rosdiana.

Baca juga: Ayah Punya Peran Penting dalam Tumbuh Kembang Anak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X