Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/08/2019, 06:00 WIB

Bagi Nopian yang butuh teman mengobrol namun lingkungan hidupnya sempit, Tinder sangat membantu.

Sayangnya, cerita ini jarang diceritakan Nopian ke orang-orang. Ia merasa tak nyaman membuat orang terkejut ia menemukan jodohnya di aplikasi Tinder.

"Karena stigmanya Tinder dan aplikasi lainnya ini sekarang jadi sarana BO (booking order) gitu," kata dia.

Cari teman tidur

Ketika pertama diluncurkan pada 2012 oleh sekelompok mahasiswa University of Southern California, Tinder memang dibuat untuk membantu orang yang "iseng" mencari orang di luar jejaring sosialnya.

Setelah mendunia di medio 2013 hingga 2014, Tinder lebih banyak digunakan untuk mencari teman kencan kasual.

Ada yang menyebutnya one-night stand atau cinta satu malam. Fitur pencarian berbasis jarak GPS ini yang memungkinkan kencan cepat dan singkat.

Tampilan dan cara kerja Tinder terbilang sederhana jika dibanding aplikasi atau situs kencan lainnya. Misalnya, OKCupid, Tagged, atau eHarmony yang mengharuskan pengguna menyusun profil lengkap untuk menarik perhatian.

Di Tinder, foto adalah senjata utama. Hanya butuh beberapa detik untuk menilai tampilan lewat foto lalu memutuskan lanjut atau tidak.

Bagi Helmi (38) yang sudah satu dekade lebih mencari teman kencan lewat Tagged hingga Tinder, kemungkinan yang muncul dari aplikasi maupun situs kencan tidak terbatas.

Ia awalnya mengunduh aplikasi kencan untuk meramaikan ponselnya saja. Namun kini, Helmi berpaling ke Tinder untuk mencari teman tidur.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.