Kompas.com - 07/08/2019, 21:51 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Selain memengaruhi kehidupan rumah tangga, disfungsi ereksi ternyata turut memengaruhi kehidupan kerja seorang pria.

Hal tersebut telah dibuktikan lewat riset yang dilakukan perusahaan farmasi Pfizer, perusahaan riset kesehatan Kantar Health dan Rumah Sakit Alvarado di San Diego California.

Para peneliti melakukan penyelidikan global untuk menentukan dampak disfungsi ereksi pada produktivitas pria di tempat kerja.

Riset yang diterbitkan dalam The International Journal of Clinical Practice ini dilakukan dengan menganalisis lebih dari 50.000 pria berusia antara 40 hingga 70 tahun di Brasil, Cina, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, dan AS.

Data yang dianalisis peneliti berasal dari Survei Kesehatan dan Kebugaran Nasional pada 2015 dan 2016.

Baca juga: Disfungsi Ereksi? Jangan-jangan Genetik Penyebabnya

Menurut temuan penelitian, 24,8 persen pria dengan disfungsi ereksi mengalami penurunan produktivitas kerja, dibandingkan dengan 11,2 persen pria yang tidak mengalami impotensi.

Sementara itu, 28,6 persen pria yang menderita disfungsi ereksi juga mengalami gangguan aktivitas umum, hampir dua kali lipat dari persentase pria yang tidak terkena masalah ini.

Lebih lanjut, 7,1 persen pria yang mengalami impotensi absen dari pekerjaan dan 22,5 persen tetap bekerja meski dalam kondisi tidak sehat.

Baca juga: Pria Bertubuh Sehat Tak Perlu Konsumsi Multivitamin

Sebagai perbandingan, 3,2 persen pria yang tidak mengalami disfungsi ereksi absen dari pekerjaan dan sepersepuluh lainnya terus bekerja ketika mereka tidak sehat.

Wing Yu Tang, salah satu peneliti, menekankan pentingnya temuan penelitian ini.

"Studi ini menunjukkan disfungsi ereksi tetap menjadi perhatian umum, yang berdampak pada produktivitas kerja dan absensi," ucap dia.

Tarek Hassan, dari departemen urusan medis di Pfizer sekaligus pemimpin studi ini, juga menyoroti sejauh mana impotensi mempengaruhi pria di seluruh dunia.

"Berasal dari delapan negara, cakupan global data juga menunjukkan masalah ini meresap di seluruh area" kata Hassan.

Baca juga: Hei Lelaki, Pahamilah Penyebab dan Gejala Disfungsi Ereksi

Dari delapan negara yang dinilai untuk penelitian ini, Italia memiliki tingkat disfungsi ereksi tertinggi, memengaruhi lebih dari setengah populasi pria.

Menurut Asosiasi Ahli Bedah Urologi Inggris, disfungsi ereksi memengaruhi sekitar 50 hingga 55 persen pria berusia 40 hingga 70 tahun.

Disfungsi ereksi didefinisikan oleh Asosiasi Ahli Bedah Urologi Inggris sebagai ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk penetrasi dan untuk kepuasan dalam berhubungan intim.

NHS menyatakan penyebab utama dari kondisi ini adalah stres, kelelahan, kecemasan dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

Baca juga: 8 Hal Aneh Penyebab Disfungsi Ereksi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.