Momen Idul Adha, Ini Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban

Kompas.com - 10/08/2019, 14:08 WIB
Ilustrasi daging sapi KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANIlustrasi daging sapi

KOMPAS.com - Idul Adha yang diwarnai dengan kegiatan penyembelihan dan pembagian daging kurban tentu membuat banyak orang bersuka cita, khususnya para penggemar makanan berbahan daging.

Daging memang sumber protein hewani terbaik dan mengandung semua asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu perbaikan dan mengganti jaringan dan sel yang rusak.

Asam amino tersebut tidak diproduksi oleh tubuh sehingga kita harus mendapatkannya dari makanan.

Protein yang terkandung pada daging sangat lengkap dibanding dengan protein yang terdapat dari tumbuhan. Daging juga mengandung zat besi yang penting untuk kesehatan reproduksi.

Meski manfaatnya yang tinggi, kita tetap harus mengonsumsi daging dengan bijak.

Menurut para ahli dari Health Harvard Education, batas aman konsumsi daging merah 50 sampai 100 gram per hari.

Terlalu banyak mengonsumsi daging berakibat fatal bagi kesehatan. Pasalnya, daging mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker usus.

Baca juga: Bingung Mengolah Daging Kurban, Berikut Resep Daging Tumis Kecap Jamur

Kita bisa membagi porsi daging yang akan dikonsumsi dalam beberapa kali makan, misalnya 35 gram daging untuk makan siang dan 35 gram untuk makan malam.

Efek Negatif Daging Kurban

Bukan sekedar jumlah porsi, jenis daging yang kita konsumsi juga sangat penting agar kesehatan tubuh terjaga.

Saat momen Idul Adha seperti ini, biasanya persediaan daging kurban, yang termasuk jenis daging merah, sangat melimpah.

Daging merah adalah daging yang berasal dari hewan mamalia, seperti sapi, domba, dan kambing.

Meski daging merah mengandung banyak vitamin dan mineral yang penting untuk diet yang sehat dan seimbang, penelitian menunjukkan asupan daging merah dapat meningkatkan risiko kanker dan penyakit lainnya.

Baca juga: 5 Ide Memasak Daging Kurban Selain Gulai dan Sate

Laman Hello Sehat juga melaporkan, konsumsi daging merah berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker, penyakit jantung dan gagal ginjal.

Mengonsumsi Daging Kurban dengan Sehat

Tapi, jangan khawatir. Kita tetap bisa mengonsumsi daging kurban dengan cara yang lebih sehat.

Misalnya, memilih potongan daging merah tanpa lemak dengan terlebih dahulu dipisahkan bagian lemak yang menempel di sisi atau sekeliling daging.

Cara mengolah daging juga memengaruhi kandungan daging. Nah, demi kesehatan, sebaiknya kita hinari mengolah daging dengan cara digoreng.

Mengolah daging kurban dengan cara dipanggang akan lebih aman untuk kesehatan kita.

Jangan lupa, tempatkan bagian yang berlemak di atas alat pemanggang supaya lemak habis terpanggang.

Untuk menghilangkan bagian berlemak, kita bisa merebus daging kemudian membiarkannya dingin selama beberapa saat.

Baca juga: Sambut Idul Adha, Berikut 4 Mitos Seputar Daging Kambing

Lalu, buang bagian lemak yang menempel pada daging. kita bisa menyajikan kembali daging, misalnya dengan ditumis dengan potongan brokoli atau kacang-kacangan. Secara rinci, berikut tips mengolah daging agar lebih sehat menurut laman Hello Sehat:

  • Membumbui daging dengan campuran bawang putih, air jeruk lemon, dan minyak zaitun untuk mengurangi pembentukan zat karsinogenik
  • Menggunakan api sedang dan tidak membakar daging secara langsung di atas bara api
  • Jika harus menggunakan api besar, jangan lupa membolak-balik daging setiap beberapa menit
  • Membuang bagian daging yang terbakar atau gosong

Memilih jenis daging dan teknik mengolah yang tepat, akan membantu kita mendapatkan manfaat maksimal dari daging yang kita konsumsi serta melindungi diri dari risiko kesehatan.

Selamat Mencoba...



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X