Kecanduan Aplikasi Kencan? Mungkin Sebenarnya Kamu Kesepian

Kompas.com - 10/08/2019, 18:11 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

KOMPAS.com – Situs dan aplikasi kencan online memang mulai menggeser cara orang mencari pasangan atau jodohnya.

Aplikasi kencan seperti Tinder memungkinkan seseorang menemukan teman kencan secara cepat dan singkat. Tak sedikit yang akhirnya berjodoh sampai pelaminan.

Hanya bermodalkan kuota internet, kita bisa menemukan orang yang dirasa cocok hanya dengan menilai tampilan foto seseorang. Bila menemukan yang sama-sama cocok, calon teman kencan pun ditemukan.

Banyak orang yang akhirnya hanya iseng, lama-lama jadi merasa kecanduan dengan aplikasi semacam Tinder. Namun, para ahli menilai orang yang kecanduan itu sebenarnya sedang kesepian atau punya kecemasan social.

Penelitian terhadap 269 mahasiswa yang rutin memakai aplikasi kencan mengungkap, orang yang dengan kecemasan social level tinggi akan menjawab mereka lebih suka bertemu orang baru di aplikasi kencan dari pada secara langsung.

Selain itu, mereka juga lebih memilih mengobrol dan mengenal calon teman kencannya itu lewat aplikasi percakapan ketimbang bertemu muka.

Menurut para ahli, hal itu disebabkan orang yang punya kecemasan social tidak “pede” dengan keterampilan social mereka. Aplikasi kencan dianggap mampu melindungi rasa ketidakmampuan itu.

Walau begitu, orang yang punya kecemasan social dan juga kesepian, biasanya akan berlebihan menggunakan aplikasi kencan sampai menggangu aspek lain dalam hidup, seperti pekerjaan atau sekolah.

Baca juga: Di-ghosting hingga Dirampok, Pengalaman Buruk Jalani Kencan Online

Memiliki kesadaran dan kendali pada penggunaan aplikasi kencan bisa membantu kita terhindar dari efek buruk terhadap kesehatan mental.

“Terutama jika kamu kesepian, berhati-hatilah dengan setiap pilihan yang diambil. Atur dan lebih selektif dalam memilih,” kata ketua peneliti Kathyrn Coduto.

Membuat batasan jumlah orang yang kita anggap “match” dan juga orang yang kita ajak kencan, akan membuat proses penjajakan itu lebih menyenangkan dan bermakna.

Evaluasi juga motif kita apakah kita memakai aplikasi itu hanya untuk bersenang-senang atau yakin bisa bertemu orang baru yang mungkin akan cocok.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X