Kompas.com - 12/08/2019, 08:14 WIB

KOMPAS.com - Meghan Markle belum lama ini kembali menjadi pusat perhatian, setelah menyanggupi untuk menjadi editor tamu pada British Vogue edisi September.

Majalah tersebut selama ini amat populer di seluruh dunia. Lantas, keterlibatan Meghan memunculkan opini yang menyebut, hal itu semata hanya bagian dari cara Meghan mendongkrak popularitas di mata publik Inggris. 

Sempat dirahasiakan beberapa lama, keterlibatan Markle di majalah itu lalu memunculkan kritik, tapi juga banyak sambutan positif.

Ketika kabar kehadiran Meghan pertama kali diumumkan, publik sudah lebih dulu terbelah.

Topik yang diangkat dalam tajuk  “Forces for Change” bakal berisi sejumlah wawancara dengan perempuan berpengaruh di berbagai bidang. 

Baca juga: Pertama Kali, Meghan Markle Jadi Editor untuk Vogue Inggris

Nah, salah satu perempuan yang diangkat dalam topik itu adalah Michelle Obama, mantan Ibu Negara Amerika Serikat, yang sekarang menjadi warga sipil biasa.

Membanggakan

Di sisi Vogue, tentu mendapatkan Meghan merupakan hal yang membanggakan. Mengingat, perempuan ini dikenal amat selektif dalam memilih proyek, terlebih setelah kelahiran sang buah hati, Archie Harrison.

Meghan baru-baru ini mengungkapkan, bahwa ketika dia diminta tampil di sampul majalah Vogue, dia lalu menawarkan kesempatan menjadi editor sebagai imbal baliknya. 

Vogue pun langsung menyepakati tawaran itu, dan sekaligus menjadi catatan sejarah bahwa untuk pertama kali dalam 100 tahun, majalah itu memiliki editor tamu.

Ternyata, Meghan memiliki rencana besar dengan topik khususnya. Dia ingin menggunakan jaringannya untuk menampilkan orang-orang besar, yang selama ini aktif untuk membuat perubahan di dunia, salah satunya Michelle Obama.

Baca juga: Michelle Obama Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh

Dalam sebuah surat khusus untuk pembaca Vogue, Markle menyebut, dia ingin menampilkan Michelle Obama dalam bentuk tanya jawab kecil, karena memang kontennya perlu dikemas secara ringkas. 

Wawancara dengan Michelle Obama hendak mengungkap wawasan yang menarik tentang peran sebagai ibu, pemberdaya wanita, dan tentang bagaimana dia membesarkan anak-anak dalam sorotan publik.

Michelle Obama diyakini memiliki segudang petuah bijak untuk Meghan, yang selama ini diberikan kepada kedua putrinya, dan dapat pula diterapkan untuk Archie. 

Berteman

Mantan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama. (Shutterstock) Mantan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama. (Shutterstock)
Meghan juga mengungkapkan apresiasi atas pesan ucapan Hari Ibu dari Michelle, yang sekaligus menjadi bukti kedekatan keduanya. 

Baca juga: Usaha Lebih Ratu Elizabeth demi Sambut Meghan Markle, Benarkah?

Lantas, apakah Meghan Markle dan Pangeran Harry memang dekat dengan keluarga Obama?

Wawancara untuk konten di majalah Vogue tentu bukan menjadi kali pertama bagi Meghan dan Michelle Obama berinteraksi. 

Lagi pula, secara politik, Meghan memang memilih keberpihakannya kepada filosofi Obama, ketimbangan kepada Presiden AS Donald Trump.

Bahkan, suatu ketika Meghan pernah menyebut Trump sebagai seorang misoginis.

Misogini adalah kebencian terhadap wanita atau anak perempuan.

Misogini dapat diwujudkan dalam berbagai cara, termasuk diskriminasi seksual, fitnah perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan objektifikasi seksual perempuan. 

Di sisi lain, sang suami, Pangeran Harry memang tidak diizinkan untuk mengungkap bentuk dukungan kepada pihak mana pun. 

Namun ternyata, Pangeran Harry juga memiliki hubungan khusus dengan Barrack Obama dan istrinya.

Obama pun dikenal sebagai pendukung lama Invictus Games, yang merupakan gelaran dari Yayasan milik Pangeran Harry.

Kedua keluarga dikabarkan memiliki waktu yang mereka habiskan secara pribadi.

Baca juga: Pangeran Harry Dapat Kado Unik di Ajang Invictus Games

Lebih jauh, dalam suratnya di majalah Vogue, Meghan secara langsung menyebut Michelle Obama sebagai temannya. Hal itulah yang kian menggambarkan hubungan mereka.

Tidak diragukan lagi, Meghan tentu senang memiliki "Obama" di hidupnya. Khususnya ketika dia harus melintasi kehidupan sebagai figur publik dan menjadi orangtua. 

Sementara, tentang bagaimana publik pada akhirnya akan bereaksi terhadap edisi Vogue yang diedit Markle, hanya waktu yang akan memberi tahu.

Mungkin, hasil wawancara yang akan dimuat nantinya bakal banyak membantu mengubah persepsi publik tentang Meghan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.