Apa Benar Makan Daging Kambing Bisa Mengobati Darah Rendah?

Kompas.com - 12/08/2019, 11:30 WIB
Ilustrasi sate kambingSaesherra/Pixabay Ilustrasi sate kambing

KOMPAS.com - Daging kambing terkenal dengan efeknya yang (katanya) bisa bikin tekanan darah melambung tinggi. Tidak heran jika para pemilik tekanan darah tinggi sangat menghindari menu yang satu ini.

Sebaliknya, orang dengan tekanan darah rendah justru jadi berlomba-lomba makan daging kambing buat mendapatkan efek peningkatan tensi. Lantas, apa benar makan daging kambing bisa jadi obat darah rendah?

Makan daging kambing tidak dilarang untuk orang yang punya darah rendah. Namun, bukan berarti daging kambing bisa bantu mengobati masalah tersebut.

Selama ini, mitos daging kambing bikin tekanan darah naik dipercaya dari kandungan lemak jenuhnya. Lemak jenuh telah lama dikenal dapat meningkatkan kolesterol dan memicu penyakit jantung.

Namun kenyataannya, kandungan lemak jenuh daging kambing mentah jauh lebih rendah dibanding daging ayam dan sapi. Kadar lemak jenuh per 100 gram daging kambing mentah hanya sekitar 0,71 gram, sementara daging sapi pada umumnya berkisar sekitar 6 gram dan ayam mengandung hampir 2,5 gram lemak jenuh per porsinya.

Sementara itu, kadar kolesterol daging kambing per 100 gram-nya adalah sekitar 57 miligram (mg). Masih jauh lebih sedikit daripada daging sapi (sekitar 89 mg) dan kolesterol daging ayam (sekitar 83 mg) per takaran porsi yang sama.

Baca juga: Makan Daging Kambing Menyebabkan Tekanan Darah Naik?

Belum ada penelitian yang berhasil membuktikan adanya jaminan efek perubahan tekanan darah yang cukup signifikan setelah makan daging kambing.

Sebuah penelitian dari Asian-Australian Journal of Animal Sciences tahun 2014 justru mengatakan bahwa kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsi daging kambing tetap tergolong lebih kecil daripada daging sapi atau ayam.

Cara masak dagingnyalah yang bikin tensi naik

Daging Kambing Panggang ala Turki.KOMPAS/LASTI KURNIA Daging Kambing Panggang ala Turki.
Sebetulnya, peningkatan tekanan darah setelah makan daging kambing cenderung disebabkan oleh cara pengolahan yang salah. Hal ini juga diamini oleh penelitian di atas.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X