Versace Minta Maaf Setelah Picu Kemarahan Warga China

Kompas.com - 12/08/2019, 16:19 WIB
Carla Bruni, Claudia Schiffer, Naomi Campbell, Cindy Crawford, dan Helena Christensen di peragaan busana Versace. WireimagesCarla Bruni, Claudia Schiffer, Naomi Campbell, Cindy Crawford, dan Helena Christensen di peragaan busana Versace.

KOMPAS.com – Label mewah asal Italia, Versace dan direktur kreatifnya Donatella Versace, meminta maaf setelah salah satu kaus rancangannya mendapat kritikan di China.

Penyebabnya, dalam desain kaos itu wilayah Hong Kong dan Makau dianggap sebagai negara, dan bukan teritori China.

Melalui media social Weibo (semacam Twitter lokal), Versace minta maaf atas kesalahan tersebut dan mulai tanggal 24 Juli sudah menghentikan penjualan kaus dan melakukan penghancuran.

“Versace menegaskan kembali bahwa kami sangat mencintai China, dan dengan tegas menghormati wilayah dan kedaulatan nasional China,” kata pernyataan resmi dari rumah mode itu.

Baca juga: Polemik Kaus Versace, Bintang Film China Yang Mi Putuskan Kontrak

Dalam gambar-gambar yang banyak diunggah di media social, kaus itu menampilkan daftar pasangan “kota-negara”, antara lain “New York-AS”, “Beijing-China”, tetapi juga “Hong Kong-Hong Kong” dan “Makau-Makau”.

Donatella Versace, adik perempuan dari Gianni pendiri rumah mode ini, mengeluarkan pernyataan permintaan serupa di akun Instagramnya.

“Tak pernah ada niatan untuk bersikap tidak hormat pada kedaulatan nasional China dan ini sebabnya saya secara pribadi minta maaf untuk ketidakakuratan itu dan keresahan yang ditimbulkan,” tulis Donatella.

Sementara itu, aktris China, Yang Mi, yang menjadi duta merk ini, juga mengatakan telah mengakhiri kontraknya akibat masalah ini.

Di media social, tagar #YangMiStopsWorkingWithVersace mendapatkan 860 juta view di Weibo pada Minggu.

Versace merupakan merk yang menambah daftar perusahaan yang dinilai tidak sensitif pada kedaulatan China.

Sebelumnya, perusahaan ritel fashion GAP juga meminta maaf setelah menunjukkan “peta keliru” tentang negara Tiongkok. Dalam peta itu hanya ditunjukkan bagian “mainland” dan tidak teritori lain yang diklaim.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X