Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Telapak Tangan Berkeringat, Benarkah Tanda Gangguan Kesehatan?

Kompas.com - 13/08/2019, 08:07 WIB
Wisnubrata

Editor

Sumber

Obesitas, penyakit asam urat (gout), menopause, diabetes mellitus, hipertiroid, dan tumor termasuk beberapa contoh gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan munculnya keringat berlebihan pada tubuh penderitanya.

Baca juga: Kenali Keringat Berlebih, Apakah Tanda Penyakit Sistemik?

Gejala hiperhidrosis dan dampaknya pada penderita

Seseorang disebut menderita hiperhidrosis jika berkeringat begitu banyak sampai mengganggu aktivitas normal. Kejadian ini pun harus muncul setidaknya sekali dalam seminggu tanpa alasan yang jelas.

Ciri-ciri terjadinya hiperhidrosis meliputi telapak tangan berkeringat, telapak kaki berkeringat, berkeringat terlalu sering, serta jumlah keringat yang sangat banyak hingga pakaian basah.

Keringat berlebihan pada penderita hiperhidrosis bisa saja memicu dampak-dampak lain yang berupa:

  • Masalah iritasi pada kulit seperti infeksi jamur.
  • Enggan melakukan kontak fisik.
  • Menarik diri dari pergaulan sosial sehingga rentan depresi.
  • Sulit untuk bekerja di sektor yang mengutamakan penampilan atau harus sering berhubungan dengan orang banyak.
  • Lebih rentan mengalami bau keringat dan bau badan.

Bagaimana cara mengatasi telapak tangan berkeringat akibat hiperhidrosis?

Mengatasi telapak tangan yang berkeringat atau hiperhidrosis pada umumnya dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut:

Gunakan antiperspirant

Produk ini dimaksudkan untuk mengurangi keringat dengan cara sedikit menyumbat pori-pori di area tubuh yang memiliki banyak kelenjar keringat. Jangan hanya menggunakannya di ketiak. Bila telapak tangan berkeringat banyak, antiperspirant juga bisa dioleskan pada telapak tangan, bahkan telapak kaki.

Jauhi pemicu keringat

Langkah ini bisa kita lakukan mulai dari memilih bahan pakaian secara cermat, serta menghindari bahan yang tebal atau bahan sintetik yang umumnya panas dan tidak menyerap keringat.

Pilihlah bahan pakaian yang cukup tipis dan mudah menyerap keringat, seperti katun. Jangan lupa juga untuk membawa pakaian ganti saat beraktivitas, serta beberapa lembar sapu tangan bagi pengidap telapak tangan berkeringat.

Selain pakaian, makanan pemicu keringat berlebih pun sebaiknya dijauhi. Misalnya, makanan pedas dan panas, maupun yang mengandung alkohol.

Atasi stres

Bila telapak tangan sering berkeringat karena rasa gugup, cemas, atau tekanan stres, carilah jalan untuk mengatasi stres dengan tepat.

Kamu bisa memanjakan diri melalui hobi dan aktivitas kegemaran, maupun melakukan teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, serta taichi.

Baca juga: 10 Strategi Ampuh untuk Mengatasi Keringat Berlebih

Bila telapak tangan berkeringat terus mendera meski telah melakukan langkah-langkah sederhana di atas, kamu sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif.

Kamu dapat meminta tolong pada dokter untuk menyuntikkan botox pada bagian tubuh dengan keringat berlebih. Selain untuk mengatasi keriput, botox juga digunakan untuk mencegah kelenjar keringat yang terlalu aktif dan hasilnya bisa bertahan hingga setahun.

Telapak tangan berkeringat memang jadi masalah bagi penderitanya. Tapi kamu tidak perlu panik karena kondisi ini biasanya bukan disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius, apalagi penyakit jantung.

Jika masih ragu, periksakan kondisi keringat berlebih itu ke dokter. Melalui langkah ini, penyebab sebenarnya bisa diketahui dengan pasti dan pengobatan dapat diperoleh dengan tepat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com