Saksikan Keindahan Batik, Tenun dan Mutiara dalam Pameran "Warisan"

Kompas.com - 14/08/2019, 16:46 WIB
Seorang model mengenakan kalung mutiara dari Ratu Perancis Marie Antoinette, yang dieksekusi mati dalam Revolusi Perancis. Foto ini diambil pada 19 Oktober 2018. (AFP/Daniel Leal-Olivas) Seorang model mengenakan kalung mutiara dari Ratu Perancis Marie Antoinette, yang dieksekusi mati dalam Revolusi Perancis. Foto ini diambil pada 19 Oktober 2018. (AFP/Daniel Leal-Olivas)

Kurator batik untuk Warisan 2019, Komarudin Kudiya menyebutkan, batik dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta yang sangat rawan dibuat tiruannya.

Untuk itu, edukasi tentang keaslian batik masih terus dibutuhkan.

"Bisa saja kainnya disablon terlebih dahulu, setelah itu dibatik. Susah sekali membedakan kalau tidak dipandu oleh yang mengerti di bidangnya," kata Komarudin.

Lalu untuk mutiara, pengunjung pameran Warisan bisa mengetahui jenis-jenis mutiara berkualitas dan mendapat edukasi cara mengidentifikasinya.

Kurator mutiara untuk Warisan 2019, Ratna Zhuhury, menjelaskan beberapa ciri mutiara berkualitas di antaranya bulat sempurna, mudah  digelindingkan, serta mengeluarkan warna tertentu ketika terkena sinar atau sinar matahari.

"Mutiara sebetulnya tidak putih. Sepintas putih tapi yang jenisnya bagus ketika dibawa ke matahari bisa mengeluarkan nuansa biru, pink, ungu, kuning, dan sebagainya," ucap Ratna.

3. Program acara melibatkan pengunjung

Selain edukasi barang asli, Warisan juga akan mengadakan kompetisi yang melibatkan pengujung untuk meningkatkan kecintaan terhadap produk asli Indonesia. Salah satunya adalah kuis tebak keaslian batik, tenun dan mutiara dengan total hadiah jutaan rupiah.

Baca juga: Membedakan Batik Tulis dan Cetak Lewat Bau Kain hingga Corak

4. Bisa gratis tiket masuk

Warisan 2019 mematok harga tiket masuk Rp 100 ribu. Namun, Umi menyebutkan, masyarakat bisa mendapatkan tiket masuk secara gratis dengan menggunakan produk batik, tenun dan mutiara.

"Pengunjung tak harus mengenakan kain atau kemeja batik saja. Apapun yang motif batik. Jadi kalau blangkon, tas, sepatu, ikat pinggang, jaket, boleh saja," kata Umi.

Pameran yang sudah memasuki tahun keempatnya ini juga mengangkat tema motif batik Gurdo yang melambangkan sebuah keterbukaan dan keleluasaan.

Ketua Dekranas, Mufidah Jusuf Kalla rencananya akan membuka pameran yang diselenggarakan mulai pukul 10.00 hingga 21.00 itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X