Kompas.com - 16/08/2019, 10:48 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Semakin anak tertarik pada internet, komputer, atau gawai, makin khawatir orangtua. Berbagai batasan pun dibuat agar agar anak tidak kecanduan gawai.

Aturan paling umum yang banyak diterapkan orangtua adalah membatasi waktu menggunakan gawai. Ada yang hanya mengijinkan anak memakai gawai di akhir pekan, hanya dua jam setiap hari, atau hanya memakainya bersama orangtua. Manakah yang paling tepat?

Menurut User Education and Outreach Manager, Trust & Safety Google APAC, Lucian Teo, orangtua jangan hanya fokus pada alat yang dipakai anak saja, tapi perilakunya.

Karena bagaimana pun anak tetap akan bersinggungan dengan gawai di mana pun.

“Jangan cuma melihat device-nya saja. Tapi lebih ke perilaku anak. Apa yang sebenarnya kita inginkan dari perilaku anak, misalnya tidak melihat gawai saat makan bersama. Dengan begitu akan lebih mudah mengarahkan,” kata Lucian dalam acara temu media bertajuk #KeluargaCerdasBerinternet yang digelar Google beberapa waktu lalu di Jakarta.

Ia mengatakan, anak tetap harus belajar menggunakan teknologi.

“Tapi, sebagai orangtua kita akan takut kalau melihat anak hanya duduk saja menonton youtube,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Trik Mengalihkan Anak yang Terlanjur Hobi Main Gadget

Alih-alih menyita gawainya, Lucian menyarankan orangtua mengajak anak untuk menjadi creator.

“Ubah perilakunya dari hanya consumer menjadi creator. Misalnya, suruh anak membuat daftar mana saja video yang mereka anggap bagus atau tidak,” katanya.

Orangtua juga bisa mengajak anak untuk belajar membuat video bersama.

Tari Sandjojo, Direktur Akademik Sekolah Cikal (tengah) dan Lucian Teo, User Education and Outreach Manager, Trust & Safety, Google APAC pada acara #KeluargaCerdas Berinternet di Jakarta.Dok Google Tari Sandjojo, Direktur Akademik Sekolah Cikal (tengah) dan Lucian Teo, User Education and Outreach Manager, Trust & Safety, Google APAC pada acara #KeluargaCerdas Berinternet di Jakarta.

Patokan waktu

Lucitan menjelaskan, pada dasarnya tidak ada patokan waktu ideal anak boleh menggunakan gawai.

“Menurut riset terbaru, yang penting adalah apa yang mereka lakukan dengan gawai itu. Kalau durasi pakainya lama tapi untuk mengerjakan peer kan tidak apa,” ujarnya.

Apa yang diungkapkan Lucitan senada dengan panduan baru American Association of Pediatrics (AAP) tahun 2015. Disebutkan, tidak ada pembatasan waktu mengakses gawai bagi anak, namun lebih diberikan saran tentang bagaimana seharusnya orangtua menyikapi penggunaan media pada anak-anak.

Orangtua harus berperan aktif untuk belajar melek teknologi bersama anak, serta menerapkan batasan yang sehat.

Baca juga: Remaja di Era Media Sosial Dihantui Kecemasan

Dituturkan oleh Direktur Akademik Sekolah Cikal, Tari Sandjojo, semakin besar usia anak, orangtua harus lebih aktif melakukan mediasi.

“Buat kesepakatan dengan anak yang lebih besar tentang aturan memakai gawai,” ujar Tari.

Ada kalanya orangtuatidak tepat mengutarakan perasaannya kepada anak.

“Kalau anak kelamaan main gawai, sebenarnya kita kesepian dan kangen. Tapi yang keluar adalah ucapan marah-marah, bukan mengungkapkan kita kangen ngobrol dengan mereka,” kata Tari.

Untuk melancarkan komunikasi dengan anak, orangtua juga bisa belajar mengenali games atau video apa yang sedang digemari anak.

“Jangan takut main games bareng anak, ini sudah saya buktikan. Hasilnya saya bisa lebih dekat dengan anak, punya bahan obrolan, bahkan tanpa perlu ditanya mereka sudah aktif mengajak ngobrol,” kata Lucitan.

Baca juga: Cegah Anak Kecanduan Gawai Dimulai dari Orangtua

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.