Kompas.com - 16/08/2019, 15:39 WIB
Ilustrasi kopi efetovaIlustrasi kopi

Beberapa gerai minuman menjual kopi dengan harga yang sangat murah. Namun, Lewin tak tahu pasti darimana kopi-kopi tersebut berasal.

Ia menduga, kopi-kopi tersebut didatangkan dari suatu tempat di dunia, di mana kopi bisa di-roasting dengan kualitas komersial dengan upah buruh yang rendah.

Meski begitu, menurut Lewin masyarakat kini lebih cerdas dan tahu mana kopi yang bagus.

Ada pun kopi-kopi komersial adalah kopi yang tidak mencapai standar kualitas tinggi, dan tidak diproses dengan rasa cinta.

"Ada tahapan yang dilewatkan dan tenaga-tenaga kerja yang tidak dihargai, ini semua tercermin dari harga kopi mereka," ucap dia.

Baca juga: Mengintip Proses Full Wash Kopi Jawa Barat

Memetik kopi terbaik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap harga kopi. Varietas kopi seperti Geisha dan beberapa kopi termahal dunia lainnya biasa diberi nilai antara 95-100.

Menurut Lewin, faktor-faktor yang menentukan nilainya antara lain adalah strategi, teknologi, pekerja yang terlibat, dan waktu.

"Penawaran dan permintaan juga bisa mendorong harganya menjadi naik," kata dia.

Proses pengeringan biji kopi mahal

Tidak semua tanaman seperti ini, namun menurut Lewin, semakin lambat biji kopi tersebut tumbuh, kualitasnya biasanya akan lebih baik.

"Kopi dengan kualitas tinggi tumbuh di dataran yang lebih tinggi di pegunungan dengan oksigen lebih sedikit dan kondisi yang lebih berat."

"Artinya kopi-kopi tersebut berjuang untuk bertahan," kata dia.

Namun, dalam prosesnya akan terbentuk lapisan-lapisan di dalam biji kopi untuk membuatnya menjadi produk yang lebih berkualitas.

Artinya, biji kopi yang ditanam di dataran rendah bisa ditanam dalam waktu 4-6 bulan, Sementara, biji kopi kualitas tinggi bisa mencapai 9-10 bulan.

Variabel lainnya, kata Lewin, antara lain memetik biji pada tingkat kematangan sempurna, memfermentasikannya dengan pendekatan sempurna, dan mengeringkannya perlahan dengan kontrol penuh atas tingkat kelembapan.

Intensitas tenaga kerja dalam membuat kopi berkualitas, menurut dia, akan membuat kita terpesona, dibandingkan dengan apa yang diperlukan untuk menghasilkan kopi komersial rata-rata.

"Itu seperti sebuah karya seni. Dan itu sangat mudah untuk dihancurkan pada tahap mana pun. Sangat berubah-ubah," kata dia.

Baca juga: 3 Hal yang Didapat Saat Menikmati Kopi Kapsul

Branding

Halaman:


Sumber DMarge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.