Kompas.com - 16/08/2019, 15:39 WIB
Ilustrasi kopi efetovaIlustrasi kopi

Apakah branding atau merek berperan dalam menentukan harga? Bisa ya dan tidak.

Menurut Lewin, ada kesadaran merek dari konsumen.

Banyak perusahaan kopi yang jauh lebih mapan, mengatakan mereka kopi spesial tetapi sebagian besar dari bisnis mereka bersifat komersial.

"Itu mengecewakan banyak orang. Ada persentase yang sangat besar soal branding dalam secangkir kopi. Kita membayar apa yang mereka inginkan," kata Lewin.

Pasar kopi, menurut dia, sangat berat. "Kita memposisikan diri kita di tempat yang kita inginkan dan berdasarkan harga dan produk kita, kita menentukan pasar yang ingin dilawan."

Baca juga: Adu Cepat Bikin 15 Cangkir Kopi dalam 10 Menit...

Tren berubah dari tahun ke tahun

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lewin mengatakan, selama bertahun-tahun Australia mempunyai banyak kopi sepesial, membeli kopi-kopi mahal, serta memanggangnya dengan ringan untuk membuktikan diri.

"Namun, pasar berubah dan kini ada banyak kafe. Pasarnya sangat kompetitif, banyak sekali roaster di Australia, sehingga banyak kafe harus membeli kopi yang lebih murah untuk bertahan," kata dia.

Menurut Lewin, hal itu juga dirasakan petani. Para petani mengatakan banyak orang dalam 10 tahun mengunginkan kopi terbaik, namun di tahun-tahun berikutnya menginginkan kopi yang lebih murah.

Harga kopi semakin murah di pasaran, sehingga persaingan di bawah semakin kuat.

"Pikirkan dengan harga kopi rendah, kafe harus menyisihkan 10 persen untuk sewa tempat, gaji pegawai, dan 10 persen keuntungan. Tidak semudah yang kita pikirkan," kata Lewin.

Variabel lain

Lalu, berapa besar porsi skill barista terhadap harga kopi?

Secara tidak langsung, konsumen tentunya tidak akan membayar untuk seorang barista tua yang penampilannya tampak semrawut untuk membuatkan mereka kopi.

Seorang barista yang memiliki titel juara tentu menguatkan merek yang dibawanya.

Sejumlah kafe membeli bahkan memiliki petani yang menyediakan kopi terbaik di dunia untuk memuaskan klien.

"Apakah kami membebankan biaya untuk itu? Tentu. Tapi apakah harga kopi-kopi di kafe mereka lebih mahal? Tidak."

"Apa yang perusahaan bisa lakukan adalah bagian dari sesuatu yang besar dan membuat kopi mereka bisa berada pada level yang lebih tinggi daripada orang lain," kata dia.

Beberapa orang menginginkan kopi terbaik dan mau membayarnya lebih. Sementara orang-orang lainnya lebih sadar harga.

Lewin meyakini cara kafe melakukan pendekatan terhadap kopi menambahkan nilai-nilai yang membuat orang mau menghargai dan membayar lebih untuk itu.

Menambahkan susu

Apakah susu membuat harga kopi bertambah? Ya, tentu.

Menurut Lewin, banyak orang mau membayar ekstra untuk menambahkan susu kedelai, susu gandum, atau susu lainnya.

Namun, jika susunya adalah full cream maka jawabannya adalah tidak. Sebab susu full cream adalah standar industri.

Kualitas servis

Halaman:


Sumber DMarge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.