Ilmuwan Temukan Solusi Baru untuk Sampah Plastik

Kompas.com - 16/08/2019, 21:37 WIB
Foto dirilis Selasa (6/8/2019), menunjukkan seorang warga memilah tumpukan sampah plastik impor sekitar rumahnya di Desa Bangun di Mojokerto, Jawa Timur. Indonesia diperkirakan setiap harinya menerima sedikitnya 300 kontainer sampah yang sebagian besar menuju ke Jawa Timur, diduga dampak kebijakan China yang menghentikan impor sampah plastik dari sejumlah negara di Uni Eropa dan Amerika. ANTARA FOTO/ZABUR KARURUFoto dirilis Selasa (6/8/2019), menunjukkan seorang warga memilah tumpukan sampah plastik impor sekitar rumahnya di Desa Bangun di Mojokerto, Jawa Timur. Indonesia diperkirakan setiap harinya menerima sedikitnya 300 kontainer sampah yang sebagian besar menuju ke Jawa Timur, diduga dampak kebijakan China yang menghentikan impor sampah plastik dari sejumlah negara di Uni Eropa dan Amerika.

KOMPAS.com - Masalah lingkungan yang terkait sampah plastik menjadi salah satu isu besar.

Oleh karena itu, banyak sejumlah orang mulai ikut serta menyelesaikannya, tak terkecuali ilmuwan National Renewable Energy Laboratory (NREL), Gregg Beckham yang merasa tergugah.

"Saya sudah seringkali pergi ke beberapa tempat selama 15 tahun terakhir, dan prevalensi plastik yang saya amati di lautan meningkat, setidaknya di tempat-tempat yang sering saya kunjungi," katanya.

Kesedihan Beckham tentang situasi itu berbuah dorongan untuk membuat perbedaan.

"Ini adalah sesuatu hal bagi ilmuwan dan insinyur seperti saya di mana termotivasi mulai mengerjakannya untuk melihat, apakah kita dapat menemukan solusi memperbaiki masalah besar ini?" kata Beckham.

Baca juga: Adidas Parley, Mengubah Sampah Plastik Menjadi Sepatu

Salah satu langkah yang dilakukan Beckham bersama tim adalah menemukan cara untuk membuat plastik PET bekas--jenis yang digunakan dalam botol, wadah, dan poliester--lebih berharga untuk didaur ulang, sehingga memberi orang alasan untuk tidak membuang ke tempat pembuangan sampah dan saluran air.

Nah, terobosan yang dilakukan Beckham adalah dengan mempelajari struktur enzim pada bakteri yang ditemukan memakan plastik di pabrik daur ulang botol di Jepang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber NYPost
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X