Puskesmas Beri Ibu Hamil Obat Kedaluwarsa, Apa Bahayanya jika Dikonsumsi?

Kompas.com - 17/08/2019, 16:07 WIB
Ilustrasi obat tablet. SHUTTERSTOCKIlustrasi obat tablet.

KOMPAS.com - Kasus ibu hamil Novi Sri Wahyuni yang mendapatkan obat vitamin B6 kedaluwarsa dari Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, masuk ke ranah hukum.

Novi melaporkan pihak puskesmas ke Mapolsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara.

Dalam kondisi hamil, seseorang harus lebih waspada terhadap segala sesuatu yang dikonsumsinya, apalagi obat-obatan.

Tak sembarang obat dapat dikonsumsi ibu hamil.

Lebih aman jika ibu hamil berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengonsumsi obat tertentu.

Lantas, seberapa bahaya obat kedaluwarsa jika dikonsumsi?

Baca juga: Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa, Kepala Puskesmas Sebut karena Kelalaian Petugas

Pada 28 Agustus 2014, seorang dokter penyakit dalam dan asisten profesor obat di University Emory Atlanta, Sharon Bergquist, menjelaskan mengenai obat dan tanggal kedaluwarsanya.

Sejak 1979, produsen obat diwajibkan mencantumkan tanggal kedaluwarsa, baik obat generik maupun paten.

Bergquist mengungkapkan, tanggal yang tercantum merupakan batas waktu yang produsen jamin saat obat itu masih ampuh.

Jika tanggal kedaluwarsa telah lewat, tak serta merta obat itu tak manjur dan berbahaya.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X