Kompas.com - 17/08/2019, 16:07 WIB

"Umumnya tanggal kedaluwarsa tersebut adalah 12 hingga 60 bulan sejak diproduksi," kata Bergquist.

Peraturan untuk segera membuang obat bila melewati tanggal yang ditetapkan, di mana biasanya satu tahun setelah obat dibuka dari kemasan telah dilakukan.

"Aturan ini diwajibkan di 17 negara bagian, tapi sebenarnya masih sangat sedikit riset mengenai ini. Sangat mungkin kalau ada obat yang masih bisa diminum setelah 10 tahun lebih," ujar Bergquits.

Baca juga: Obat Kedaluwarsa yang Dikonsumsi Seorang Ibu Hamil di Kamal Muara Seharusnya Sudah Dimusnahkan

Sebuah riset mengenai usia obat-obatan yang umum dikonsumsi telah dilakukan.

Obat-obat tersebut disimpan dalam kondisi dan iklim yang normal, bukan di kondisi lembab.

FDA melakukan pengujian terhadap seluruh persediaan obat Dephan sejak 1986 hingga 2016.

Apa hasilnya?

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui apakah obat yang kedaluwarsa harus dibuang atau tidak ini memakai 122 jenis obat dalam 3.005 kelompok.

"Ternyata 88 persen dari 3.005 obat itu masih dapat diperpanjang tanggal kedaluwarsanya hingga rata-rata 66 bulan," kata Bergquist.

Tetapi, Berquist tak akan menganjurkan pasiennya mengonsumsi obat kedaluwarsa karena terdapat dua skenario yang berkaitan dengan obat kedaluwarsa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.