Desainer Modest Wear Indonesia Kembali Tampil di New York

Kompas.com - 19/08/2019, 13:35 WIB
Konferensi pers persiapan fashion show Indonesia Modest Fashion Designer di New York. Dok IMFDKonferensi pers persiapan fashion show Indonesia Modest Fashion Designer di New York.

KOMPAS.com - Sebelas orang desainer busana berkonsep sopan dan tertutup ( modest wear) akan memamerkan karya mereka di ajang ASC New York Fashion Week tanggal 3-15 September 2019.

ASC New York Fashion Week merupakan ajang pagelaran fashion lokal selama perhelatan New York Fashion Week.

Ke-11 desainer yang tergabung dalam Indonesia Modest Fashion Designer (IMFD) tersebut antara lain Jeny Tjahyawati, Rya Baraba, Lia Afif, Lia Soraya, Tuty Adib, Riris Ghofir, Nieta Hidayani, Leny Rafael, Nina Nugroho, Novita Sari, dan Gita Orlin.

Para desainer mengusung tema ‘modest’ dengan kekayaan kain tradisional seperti tenun, batik, dan songket, untuk edisi Spring/Summer 2020.

Walau busana modest identik dengan busana muslim, namun sebenarnya busana ini bisa dipakai oleh siapa saja yang ingin berpenampilan lebih tertutup. Sejumlah busana pun tidak seluruhnya akan mengenakan hijab di kepala.

“Karena modest tak harus selalu menggunakan kerudung, tetapi dengan mendesain busana yang tertutup. Kami memberikan sentuhan wastra nusantara untuk meningkatkan imej Indonesia beragam dan kaya di mata masyarakat internasional,” kata Ketua Umum IMFD Jeny Tjahyawati dalam siaran pers yang dikirimkan.

Baca juga: Dian Pelangi dan Itang Yunasz Bawa Modest Wear ke New York

Karya desainer yang tergabung dalam Indonesia Modest Fashion Designer.Dok IMFD Karya desainer yang tergabung dalam Indonesia Modest Fashion Designer.

Dalam peragaan busana tersebut, Jeny akan menampilkan 12 look dari berbagai kain tradisional dari tenun dan batik dengan konsep padu padan.

Sentuhan tradisional yang akan diangkat desainer dalam busana muslim antara lain sutera Garut, tenun ikat, tenun balai panjang Payakumbuh, hingga batik Mande Rubiah.

Desainer Nina Nugroho menyiapkan rancangan modest wear untuk busana kerja dengan potongan yang longgar dan tambahan outer sehingga terlihat profesional.

"Moodnya lebih muda. Enggak hanya untuk yang berhijab, perempuan yang enggak pakai hijab pun bisa memilihnya," kata Nina.

Kekayaan alam Indonesia juga diwujudkan oleh desainer Tuty Adib yang menggunakan akar Mansiang dari Sumatera Barat menjadi motif tumbuhan di sepatu wedges. Sepatu tersebut akan melengkapi penampilan para model mengenakan motif tenun balai panjang dari Payakumbuh.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X