Efek Mengerikan yang Terjadi pada Tubuh Saat Kurang Tidur

Kompas.com - 19/08/2019, 20:41 WIB
Ilustrasi kurang tidur stevanovicigorIlustrasi kurang tidur

KOMPAS.com - Apakah kamu sering kesulitan untuk tertidur, terus-menerus terbangun di malam hari atau bahkan tidak bisa tidur sama sekali, meski tubuh terasa sangat lelah?

Seorang ahli tidur belum lama ini menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika kita tidak cukup tidur.

Matthew Walker, profesor ilmu saraf dan psikologi di University of California dan penulis buku Why We Sleep menulis di Business Insider tentang segala sesuatu yang terjadi secara internal setelah tidur malam yang buruk.

Sepotong informasi pertama berkaitan soal ingatan kita, dan itu adalah pemikiran yang agak menakutkan.

“Kita tentu tahu bahwa kurang tidur sebenarnya akan mencegah otak untuk dapat membuat kenangan baru,” kata Walker.

Baca juga: Hati-hati, Kurang Tidur Berisiko Turunkan Kemampuan Berempati

“Jadi, seolah-olah tanpa tidur yang cukup, memori otak seperti dimatikan dan kamu tak bisa menyimpan pengalaman baru ke dalam ingataan,” lanjutnya.

Membayangkan kita tak lagi dapat menyimpan ingatan baru tentu menakutkan, tapi lebih jauh dari itu, hal tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Kurang tidur akan meningkatkan pengembangan protein beracun di otak yang disebut beta-amiloid, yang berkaitan erat dengan penyakit Alzheimer, karena selama tidur nyenyak di malam hari, sistem pembuangan kotoran di dalam otak sebenarnya bekerja keras membasuh protein beracun ini,” jelas Walker.

Kurang tidur juga dapat memengaruhi sistem reproduksi, serta sel-sel yang melawan kanker.

“Pria yang tidur hanya lima hingga enam jam semalam memiliki tingkat testosteron yang setara dengan seseorang yang sepuluh tahun lebih tua darinya,” paparnya lagi.

Baca juga: Waspadai, Kurang Tidur Picu Obesitas

Walker mengatakan, setelah satu malam hanya tidur selama empat hingga lima jam, sel-sel kekebalan antikanker kritis yang disebut sel-sel pembunuh alami menurun hingga 70 persen.

Itulah mengapa kita bisa mengetahui bahwa durasi tidur yang pendek meningkatkan risiko mengembangkan berbagai bentuk kanker.

Hal itu juga dapat memengaruhi sistem kardiovaskular dan meningkatkan risiko serangan jantung hingga 24 persen.

Walker menyelesaikan tulisannya dengan menjelaskan bahwa, “tingkat daur ulang manusia” adalah 16 jam, dan jika kita mencapai 19 atau 20 jam, kita akan memiliki mental yang sama seperti orang yang mabuk.

Baca juga: Sama Berdampak Negatif, Ini Efek Kurang Tidur dan Tidur Berlebih

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X