Perlukah Menemui Psikolog Saat Sakit Kronis Tak Kunjung Sembuh?

Kompas.com - 20/08/2019, 06:17 WIB
Ilustrasi sakit kepala kieferpixIlustrasi sakit kepala

KOMPAS.com - Perlukah menemui psikolog ketika kamu merasakan sakit kronis (rasa nyeri persisten yang berlangsung berbulan-bulan)? Mungkin terdengar aneh, tapi sebenarnya ada kaitan antara rasa sakit yang tak kunjung hilang dengan emosi.

Studi menunjukkan, bahwa nyeri kronis dapat mengganggu beberapa bagian otak yang mengontrol emosi dan fitur sensorik rasa sakit.

Menurut Harvard Medical School, rasa sakit yang bertahan selama lebih dari enam bulan dapat menyebabkan frustasi, penderitaan, atau kecemasan.

Yang membuat nyeri kronis menjadi lebih rumit adalah bahwa emosi negatif juga dapat membuat kondisi fisik seseorang lebih buruk.

Baca juga: Mengenali Nyeri Otot Leher dan Cara Mengatasinya

Nyeri kronis meningkatkan risiko depresi dan kecemasan, tapi depresi dan kecemasan juga menjadi prediksi kuat perkembangan nyeri kronis,” kata David Boyce, instruktur anestesiologi di HMS dan Salim Zerriny yang merupakan bagian dari Program Anestesiologi Rumah Sakit Brigham and Women.

Kedua ahli itu menyebutkan, bahwa orang dengan fibromialgia –nyeri pada otot yang menyebar -atau sindrom iritasi usus besar umumnya mengalami kombinasi efek emosional dan fisik dari nyeri kronis.

"Nyeri, depresi, dan kecemasan berjalan melalui jalur yang sama di sepanjang sistem saraf dan berbagi banyak mekanisme biologis yang sama," kata Boyce dan Zerriny.

"Salah satu area di otak yang menerima sinyal rasa sakit - khususnya, wilayah limbik - berbagi banyak pesan yang sama dengan sinyal suasana hati."

Baca juga: 4 Tipe Nyeri Punggung yang Tak Boleh Diremehkan

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X