Cerita Nugie Pilih Sepeda untuk Alat Transportasi Sehari-hari

Kompas.com - 20/08/2019, 14:35 WIB
Musisi dan aktor, Nugie, ketika ditemui pada konferensi pers kampanye 10.000 Bamboo Straws for 10.000 Trees oleh Boga Group di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019). KOMPAS.com/Nabilla TashandraMusisi dan aktor, Nugie, ketika ditemui pada konferensi pers kampanye 10.000 Bamboo Straws for 10.000 Trees oleh Boga Group di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

"Dan itu enggak berat, ternyata. Toh waktunya bukan waktu pejabat," kata pelantun Burung Gereja itu.

Baca juga: Gaya Hidup Digital yang Kian Erat dengan Keseharian

Meski pergi naik sepeda, rupanya ia tetap sering lebih cepat tiba daripada rekan-rekannya yang lain. Padahal, kecepatannya mengayuh sepeda hanya berkisar 20 hingga 25 km/jam.

"Tetap lebih cepat daripada teman-teman yang lain karena mereka pakai mobil. Padahal gue udah santai banget, enggak ngebut," ujarnya.

Lebih jauh, gaya hidup hijau baginya bisa menghemat pengeluaran jauh lebih banyak. Dengan bersepeda, ia tak perlu mengeluarkan biaya STNK, parkir, tol, dan pengeluaran lainnya yang sangat signifikan.

Begitu pula dengan gaya hidup hijau lainnya, seperti membawa botol minum dan kantong belanja sendiri.

"Lifestyle itulah yang membuat saya berpikir, ini benar-benar bermanfaat. Bukan cuma sekadar slogan atau kampanye," tuturnya.

Baca juga: Mulai Berhemat, Tinggalkan Gaya Hidup Ini


Ajak anak bonceng tiga

Kebiasaan beraktivitas menggunakan sepeda ternyata menular pada dua anak Nugie. Bahkan kini putra pertamanya, Maximillianus Arkazora Nugroho, sudah mulai bersepeda di sekitar rumah.

Nugie juga kerap berboncengan bersama kedua anaknya untuk pergi main ke pusat perbelanjaan sekitar rumah yang berjarak tak lebih dari 5 km.

"Yang cowok di boncengan belakang, yang cewek di batangan depan, saya di tengah. Kalau orang-orang Bintaro sih sudah sering lihat kali ya. (Mungkin mereka berpikir) Bapaknya pasti gila, nih," katanya

Personal The Dance Company itu menyadari, bonceng tiga dengan anak-anaknya memang agak berbahaya.

Baca juga: Komunitas Zero Waste Nusantara, Berbagi Gaya Hidup Minim Sampah

Namun, aktivitas itu dilakukannya untuk memperkenalkan kepada anak-anaknya, bahwa untuk mencapai tujuan dengan jarak-jarak tertentu bisa ditempuh menggunakan sepeda.

Apalagi, dengan bersepeda mereka juga mendapatkan pengalaman-pengalaman berbeda daripada ketika pergi naik mobil. Misalnya, melihat ayam atau bebek yang berjalan di pinggir jalan ketika mereka melewati jalan perkampungan.

"Itu hal kecil yang saya kenalkan ke anak dari kecil dan mereka happy sekali," tutur Nugie.

Baca juga: Belajar Gaya Hidup Sehat dari Anak-anak Jepang

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X