Kompas.com - 22/08/2019, 08:47 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

 

2. Mengurangi minum selama lari karena takut ke toilet

Hoaks terkait lari lain adalah tidak minum selama lari, karena malas ke toilet di tengah sesi lari.

Padahal, minum sangat diperlukan untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang melalui keringat.

Bahkan, ketika mengikuti ajang lari disarankan membagi strategi hidrasi menjadi tiga.

Pertama, sebelum ajang lari sekitar 240-300 ml. Kedua, di sela lari setiap 15 menit sekali. Namun, usahakan minum perlahan, dan tidak terlalu banyak agar perut tidak kembung.

"Disarankan, di setiap water station minum dan tidak menunggu haus karena kalau sudah haus berarti tubuh sudah dehidrasi," kata dia.

Ketiga, setelah ajang lari. Biasanya, peserta diberi botol minum ukuran 600ml setelah menyelesaikan perlombaan.

"Biasanya dihabiskan untuk mengembalikan (cairan yang hilang) pasca-event," tutur Jack.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.