Waspadai dan Pahami, Hoaks soal Olahraga Lari

Kompas.com - 22/08/2019, 08:47 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

 

3. Carbo-loading

Menurut Jack, banyak orang yang akan mengikuti half marathon (HM) dan full marathon (FM) ingin kuat berlari lama.

Lalu, sebelum perlombaan mereka mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar.

Beberapa karbohidrat yang biasa dikonsumsi antara lain kentang, nasi, spaghetti, dan lainnya.

Padahal, untuk pelari jarak 5-10km, hal tersebut tidak bermanfaat. "Malah kontraproduktif. Karena kalau sudah selesai lari bukannya kurus malah gemuk," ucapnya.

Selain tiga hoaks tersebut, mungkin masih ada beberapa hoaks lainnya.

Baca juga: Cegah Makan Berlebih Setelah Olahraga Lari

Melalui KedokteRAN 2019, Ikatan Alumni UI (ILUNI UI) tak hanya ingin mengajak masyarakat beraktivitas fisik, namun juga ingin memberikan edukasi untuk meluruskan hoaks kesehatan tersebut.

KedokteRAN 2019 akan diselenggarakan di Kampus UI Depok pada 17 November 2019, dengan rangkaian pre-event bertajuk "Road to KedokteRAN 2019" selama Agustus-Oktober 2019.

Topik-topik edukasi kesehatan yang akan dibahas antara lain mengenai cedera ketika lari dan pencegahan mati mendadak pada Agustus.

Lalu, pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada September dan hidrasi sehat saat olahraga pada Oktober.

Informasi lebih lanjut bisa didapat dengan mengakses akun Instagram @kedokteran2019.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X