Berbisnis Sejak Remaja, Mengasah Keberdayaan dan Kreativitas

Kompas.com - 24/08/2019, 18:41 WIB
CEO Brodo, Yukka Harlanda saat sesi mentoring Muda Berdaya di Palembang, Sumsel, Sabtu (24/8/2019). Shopee IndonesiaCEO Brodo, Yukka Harlanda saat sesi mentoring Muda Berdaya di Palembang, Sumsel, Sabtu (24/8/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Usia tak menjadi batasan ketika terjun ke dunia usaha. Sekali pun masih muda, termasuk remaja, jika pintar melihat peluang, tak ada salahnya untuk mencoba.

Membuka usaha di usia remaja juga dianggap memiliki sejumlah keuntungan.

Country brand manager Shopee Indonesia Rezki Yanuar mengungkapkan, salah satu yang menjadi sorotan saat memulai usaha di usia remaja adalah cara berpikir.

"Mereka tahu untuk berpikir kritis, berpikir kreatif dan cara untuk bangun lagi ketika jatuh," ujar Rezki, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (24/8/2019).

Baca juga: Tips Pakai Platform Digital untuk Bisnis Kuliner yang Laku Keras

Saat ini, menurut Rezki, belum ada pola khusus kecenderungan bisnis yang digarap anak muda.

Usaha yang digagas juga tergolong beragam, mulai dari fesyen hingga kuliner. Hal ini tak lepas dari kemauan diri masing-masing remaja.

"Mereka menjual yang mereka mau. Misal ada yang jual slime, kalau enggak salah masih sekolah," katanya.

"Itu masih dibilang cenderung kesukaan mereka ke mana."

Jika dilihat secara umur, Rezki mengakui, anak-anak remaja di usia 15-18 tahun belum mengetahui betul apa yang dilakukan dalam bisnis.

Membuka usaha bisa karena alasan senang-senang, mengisi waktu hingga mencari uang tambahan.

Baca juga: Dalam Sebulan, Bisnis Fesyen Anak Ahok Balik Modal, Apa Rahasianya?

Oleh karena itu, Rezki menyebut, Shopee tergerak untuk membuat program Muda Berdaya yang digagas bersama Semua Murid Semua Guru (SMSG).

Program pendidikan ini berangkat dari pemahaman akan potensi kewirausahaan yang dinilai mampu menjawab tantangan zaman dan industri, karena mampu mengasah keberdayaan, kemandirian, dan juga kreativitas generasi muda.

Plus, tantangan yang dihadapi oleh sumber daya manusia di Indonesia berkembang menjadi semakin kompleks dengan kecepatan perubahan yang semakin pesat.

Diperlukan terobosan dan inovasi untuk dapat meningkatkan jumlah mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Indonesia dengan mutu yang baik dan relevan dengan kebutuhan pembangunan dan pasar kerja.

Rezki melanjutkan, program ini dirancang menjadi solusi relevan untuk menjawab dinamika dunia industri yang berubah dengan begitu cepat.

"Pendekatan yang dilakukan untuk menanggulangi tantangan tersebut adalah mendorong generasi muda untuk menjadi wirausahawan," katanya.

Baca juga: Lewat Media Sosial, 5 Perempuan Muda Ini Sukses Bisnis Kecantikan

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X