Kompas.com - 26/08/2019, 13:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus gigitan ular belakangan ini mendapat sorotan dari masyarakat setelah kejadian yang menimpa petugas satuan keamanan (satpam) di Gading Serpong, Tangerang, Banten.

Karena penanganan yang salah, satpam tersebut harus kehilangan nyawa.

Selain memegang ular, satpam tersebut juga melakukan langkah yang salah dengan mengisap bisa ular di area tergigit.

"Andai ular itu tidak dipegang sama satpam dia tidak akan kegigit. Jadi yang benar adalah kalau ada ular biarkan saja yang penting tidak membuat mereka terancam dan menggigit kita."

Hal itu diungkapkan oleh Pakar Gigitan Ular dan Toksikologi, DR. dr. Tri Maharani, M.Si SP.EM ketika dihubungi, Minggu (25/8/2019).

"Kedua, kalau tergigit (bagian yang terkena gigitan) jangan disedot, harus dibuat tidak bergerak," sambungnya.

Maha mengatakan, kesalahan penanganan gigitan ular masih terjadi di banyak daerah di Indonesia.

Nah, seperti apa tahapan penanganan gigitan ular yang tepat jika kejadian berlangsung di dekat tempat tinggal kita?

Baca juga: Belajar dari Satpam di Serpong, Ini Cara Atasi Gigitan Ular Weling

1. Imobilisasi

Tak sedikit orang yang masih salah dalam melakukan penanganan gigitan ular. Misalnya, banyak yang masih menganggap bahwa mengisap darah di area tergigit ular adalah cara mengeluarkan bisanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.