7 Minuman Ini Bantu Tidur Sekaligus Menurunkan Berat Badan

Kompas.com - 26/08/2019, 20:12 WIB
ilustrasi susu Shutterstockilustrasi susu

KOMPAS.com - Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan berbagai efek negatif pada kesehatan tubuh.

Menurut pakar dari Langone Medical Center, Bridget Murphy, sejumlah efek tersebut mulai dari kenaikan berat badan hingga masalah insulin dan gula darah.

Khusus kenaikan berat badan, persoalan tersebut menjadi momok. Oleh karena itu, banyak orang mencari cara agar bisa mendapatkan tidur berkualitas, sekaligus bisa menurunkan berat badan.

Dilansir laman Men's Health, ada sejumlah minuman yang sering diasup malam hari untuk membantu tidur, sekaligus dapat membangun otot, meningkatkan stabilitas gula darah, dan membakar lemak.

1. Susu

Menurut Murphy, segelas susu (hangat atau tidak) dapat membantu tidur lebih nyenyak. Hal ini tak lepas dari dosis tryptophan dan kalsium yang sehat.

Nah ketika tidur cukup, maka nafsu makan kamu pun dapat terkontrol dengan baik di keesokan hari.

Selain itu, susu juga menghasilkan protein yang membantu mendukung kekuatan dan pertumbuhan otot.

Baca juga: Ciptakan Kamar yang Nyaman demi Tidur Berkualitas

 

2. Jus anggur

Minuman lain yang bisa membantu tidur ketika malam hari adalah jus anggur.

Murphy mengungkapkan, segelas kecil jus anggur murni sesaat sebelum tidur dapat membantu mendapatkan malam yang nyenyak.

Dari penelitian terungkap, sekresi insulin di malam hari (disebabkan oleh konsumsi karbohidrat sederhana, seperti jus) dapat mengatur ritme sirkadian tubuh.

Lalu, studi International Journal of Obesity pada 2015 menemukan, resveratrol--antioksidan yang terkandung dalam anggur--mengubah lemak putih yang menyimpan kalori, menjadi lemak coklat yang membakar kalori.

Kendati demikian, alkohol bukan minuman baik untuk sebelum tidur.

Dalam sebuah penelitian di University of Melbourne, orang yang minum minuman keras sebelum tidur menunjukkan pola gelombang otak malam hari yang serupa dengan orang yang menerima kejutan listrik kecil sepanjang malam.

Baca juga: Alkohol dan Nikotin Lebih Mengganggu Tidur Ketimbang Kafein

3. Teh Chamomile

Teh chamomile memiliki efek baik jika diminum sesaat sebelum tidur.

Menenggak secangkir teh chaomile sebelum tidur, disebut dapat dapat meningkatkan kadar glisin tubuh seseorang, yakni sebuah neurotransmitter yang melemaskan saraf dan bertindak sebagai obat penenang ringan.

Chamomile memiliki sifat baik lain di mana dapat menaikkan inti suhu tubuh, sehingga sistem merespons dengan secara drastis mendinginkan dirinya sendiri. Kondisi itu membuat orang akan tertidur.

Plus, menurut Murphy, chamomile terkait dengan peningkatan kontrol glukosa dan penurunan berat badan.

Kendati demikian, kamu perlu pastikan jika teh apa pun yang diminum saat malam hari harus lah bebas kafein.

Baca juga: Benarkah Teh Chamomile Efektif Membantu Kita Tidur?

 

4. Kefir

Kefir terbuat dari susu fermentasi. Minuman kaya probiotik ini bekerja pada mikrobioma usus untuk meningkatkan kadar bakteri sehat, meningkatkan pencernaan yang baik, serta membantu penyerapam vitamin dan mineral secara lebih efektif.

Nah, khusus soal berat badan, penelitian dalam British Journal of Sports Medicine mengaitkan minuman seperti yogurt dengan peningkatan kualitas tidur dan lemak perut.

5. Air

Air putih adalah sesuatu yang paling mudah dan murah.

Air putih tidak mengandung kalori, oleh karena itu, air putih seringkali dikaitkan dengan salah satu yang bisa membantu menurunkan berat badan.

Salah satu studi menemukan, air putih dapat mengurangi kantuk di siang hari.

Plus, banyak tidur, seperti yang sudah diketahui dapat membantu menurunkan berat badan juga.

Tapi kamu juga harus perhatikan jika minum air putih sebelum tidur. Pastikan untuk minum dalam jumlah wajar, sehingga tidak membuat repot bolak-balik ke kamar kecil karena efek air putih.

Baca juga: Minum Kopi di Malam Hari Tak Pengaruhi Kualitas Tidur, Benarkah?

 

6. Casein protein shake

Mengasup protein sebelum tidur, jika saat siang berolahraga, maka bisa membantu merangsang pembentukan kembali otot saat terlelap.

Plus, seperti yang diketahui, membangun kembali otot akan membuatnya lebih kuat.

Namun ada hal yang harus diperhatikan, yakni pembangunan kembali otot oleh protein dalam semalam tergantung pada ketersediaan tingkat asam amino .

Hal ini diungkapkan oleh para peneliti di Belanda dalam jurnal Nutrients.

Dalam risetnya, mereka memberikan minuman protein atau plasebo kepada para atlet sesaat sebelum tidur.

Hasilnya, mereka melihat tingkat sintesis protein sekitar 22 persen lebih tinggi pada kelompok protein daripada pada plasebo.

Mereka juga menyarankan, protein kasein mungkin lebih bermanfaat daripada whey, karena mencerna lebih lambat, sehingga tubuh memiliki akses lebih lama.

Baca juga: Olahraga Sebelum Tidur Malam, Apakah Baik untuk Kesehatan?

7. Soy protein shake

Kedelai, baik dalam bentuk susu atau bubuk protein, penuh dengan asam amino triptofan.

Menurut penelitian Birmingham University, hal itu dapat meningkatkan kualitas tidur dengan bertindak sebagai prekursor untuk melatonin.

Dia mencatat, selain membantu tertidur, triptofan juga menurunkan kadar kortisol untuk membantu melawan lemak perut.

Murphy menyarankan, agar mendapatkan manfaat terbaik, sertakan beberapa yogurt Yunani ke dalam protein shake.

Resep minuman tersebut akan memasok otot dengan bantuan protein kasein ntuk pemulihan pasca-latihan lebih baik.

Baca juga: Efek Mengerikan yang Terjadi pada Tubuh Saat Kurang Tidur



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X