Kompas.com - 27/08/2019, 11:31 WIB
ilustrasi melihat ponsel shutterstockilustrasi melihat ponsel
|
Editor Wisnubrata

Tunggal Pawestri menyarankan para korban untuk mencari bantuan salah satunya ke LBH APIK karena sudah memiliki banyak pengalaman menangani isu-isu perempuan serta bisa menjangkau hingga ke daerah-daerah.

Jika tidak ada organisasi perempuan atau lembaga bantuan hukum khusus di daerahmu, aktiflah mencari informasi di internet untuk menghubunginya.

3. Mencari bantuan psikolog

Tunggal biasanya meminta korban menjelaskan situasi kasus dan kondisinya terlebih dahulu. Jika korban sangat ketakutan dan terganggu secara emosional atau psikis, ia akan menyarankan korban pergi ke psikolog untuk konseling.

"Karena saya takut kalau mereka langsung ke polisi akan menghadapi trauma kalau tidak kuat," ucapnya.

4. Menonaktifkan media sosial

Komisioner Komnas Perempuan, Mariana Amiruddin juga menyarankan korban untuk "menghilang" atau bahkan menonaktifkan semua media sosial.

Jika perlu, korban juga disarankan untuk mengganti nomor telepon dan ponsel. Hal ini menurutnya penting untuk psikologis korban agar korban tidak lagi mendengar omongan-omongan yang tidak berkenan dari orang lain.

Namun, jangan lupa menyimpan bukti-bukti terkait, misalnya percakapan dengan pasangan.

"Korban tidak perlu tahu apa yang terjadi di dunia maya tersebut. Buatlah sesuatu yang baru dengan dirinya," kata Mariana.

5. Menerima konsekuensi

Terakhir, kuatkan hati dan terimalah konsekuensi atas apa yang telah diperbuat sebelumnya. Yakinkan diri bahwa masalah ini akan selesai hanya jika kita berani dan berupaya menyelesaikannya.

“Sadarlah bahwa ini adalah konsekuensinya. Tapi di balik konsekuensi itu ada keluarga, lingkungan terdekat yang mendukung, ada juga orang yang memang secara kontinyu mendukung individu ini, itu membuat lebih ringan untuk menghadapinya,” kata Ayoe.

Baca juga: Hati-hati, 8 Perilaku Ini Bikin Hubungan Kamu dengan Pasangan Renggang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.