BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Polytron

Strategi Menghemat Listrik Meski Pakai AC Seharian

Kompas.com - 27/08/2019, 15:00 WIB
AC merupakan salah satu perabot elektronik yang memakan daya listrik lumayan besar. ShutterstockAC merupakan salah satu perabot elektronik yang memakan daya listrik lumayan besar.

KOMPAS.com - Tak bisa dipungkiri, listrik memiliki peranan amat vital bagi kehidupan manusia. Tanpanya, bisa jadi peradaban kita tak mungkin berkembang seperti sekarang ini.

Lantaran begitu penting, listrik semestinya tidak digunakan secara mubazir. Ini mengingat, penggunaannya pun tidaklah gratis.

Menyadur Kompas.com, Jumat (21/6/2019), mayoritas pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terdiri dari, golongan R1-900 VA alias subsidi dan R1-900 VA-RTM (Rumah Tangga Mampu) atau non subsidi.

Adapun tarif yang diberlakukan sebesar Rp 605 per kilo watt hour (kWh) untuk golongan subsidi dan Rp 1.352 per kWh bagi non subsidi.

Bayangkan jika dalam satu rumah terdapat banyak alat elektronik berwatt besar. Tentu tarif akibat konsumsi listrik pun tidaklah murah.

Dirilis oleh Nova, Kamis (26/4/2018), dari sekian banyak perabot elektronik, Air Conditioner ( AC) menjadi salah satu benda yang memakan daya listrik cukup tinggi.

Adapun daya yang dibutuhkan untuk satu buah AC berukuran 1 Paard Kracht (PK) adalah 350 watt hingga 700 watt.

Sekarang mari kita hitung, katakanlah AC yang Anda miliki berdaya 700 watt dengan rata-rata penggunaan sekitar 12 jam per harinya. Sementara itu, tarif dasar listrik adalah Rp 1.352 per kWh.

Jadi, kira-kira begini hitungannya, 700 watt x 12 jam per hari x 30 hari. Hasilnya, AC akan menghabiskan daya listrik 252.000 watt atau sama dengan 252 kWh dalam sebulan.

Kemudian, kalikan hitungan tadi dengan tarif dasar listrik, yaitu Rp 1.352. Hasilnya, Rp 340.704 per bulannya.

Angka tersebut baru untuk satu AC. Bayangkan, terdapat dua atau lebih pendingin ruangan di rumah Anda, ditambah berbagai perabotan elektronik lainnya. Tentunya, cukup merogoh kocek, bukan?

Kendati demikian, setidaknya masih ada cara untuk mengoptimalkan penggunaan AC tanpa harus boros listrik.

ilustrasi penggunaan ACShutterstock ilustrasi penggunaan AC
Misal, mengatur suhu sewajarnya alias tidak usah ‘lebay’.

Fungsi AC memang untuk mendinginkan ruangan, namun bukan berarti Anda bisa menyetelnya ke suhu paling rendah dengan mode cool, apalagi ditambah kecepatan kipas yang tinggi.

Alih-alih ingin sejuk, cara tersebut justru membuat listrik jadi boros karena kompresor pendingin udara dituntut bekerja jauh lebih keras.

Nah, pemakaian daya listrik baru akan turun jika AC telah mendinginkan ruangan secara maksimal sesuai suhu yang disetel.

Berangkat dari cara kerja tersebut, maka untuk mempersingkat proses pendinginan ruangan, sangat penting memilih AC dengan sistem pendinginan suhu yang cepat.

Misalnya, AC Neuva Ice dari Polytron yang memiliki teknologi Fast Cooling. Fitur ini mampu mendinginkan ruangan dalam tujuh menit atau 40 persen lebih cepat dari AC lainnya.

Manfaat itu tentu akan sangat terasa di tengah kondisi cuaca panas atau saat musim kemarau seperti sekarang ini.

Lagi pula AC Neuva Ice dilengkapi circuit yang dapat mengendalikan arus listrik tetap rendah saat pendingin udara tersebut dinyalakan.

Ketika AC hendak dinyalakan, pastikan semua saluran udara tertutup dengan baik, sehingga AC bisa bekerja mendinginkan ruangan secara optimal.

Pasalnya, jika ruangan tidak tertutup, udara bersih, segar, dan sehat yang dihasilkan oleh AC Neuva Ice berkat teknologi air purifier-nya akan terbuang sia-sia.

Jadi, bila ingin berhemat, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut, ya!

Nah, agar kinerja AC semakin optimal, namun tetap hemat listrik, maka servislah AC secara berkala. Terutama bagian filter, evaporator, dan kipasnya.

Jika dibiarkan kotor, maka sistem penyaringan udara akan terganggu, AC pun harus bekerja ekstra untuk mencapai pendinginan yang ideal. Akibatnya, penggunaan listrik juga menjadi boros.

Selain itu, kotornya filter udara sangat berbahaya bagi kesehatan karena menjadi sarang berkembangnnya berbagai jenis bakteri yang menggangu kesehatan.

Bagaimana, tak rumit bukan?

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, maka Anda pun bisa menikmati udara sejuk dan segar sepanjang hari di dalam rumah tanpa perlu takut tagihan listrik membengkak.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya