Apa yang Harus Dilakukan jika Berpikir Mengalami Infertilitas?

Kompas.com - 27/08/2019, 21:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

 

2. Ovulasi

Jika mengalami menstruasi yang sangat tidak teratur, dengan panjang siklus lebih dari 35 hari, kemungkinan kamu tidak mengalami atau jarang ovulasi. Perlu diketahui, wanita dengan masalah ovulasi perlu mendapatkan evaluasi.

Perawatan medis untuk menginduksi ovulasi bisa sangat berhasil, jadi tidak ada alasan untuk menunda mencari bantuan.

3. Riwayat kesehatan

Jika memiliki riwayat medis yang menunjukkan risiko infertilitas lebih tinggi untuk kamu atau pasangan, maka harus mencari bantuan lebih cepat daripada yang seharusnya.

Hal ini termasuk riwayat infeksi panggul (penyakit radang panggul atau PID) yang dapat merusak tuba falopi atau riwayat endometriosis atau operasi untuk mengangkat kista dari ovarium.

Baca juga: Sulit Hamil, Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Wanita dengan riwayat pernah menjalani operasi perut sebelumnya yang mungkin telah memengaruhi organ-organ panggul (seperti apendiks yang pecah, misalnya) berisiko lebih tinggi untuk adhesi panggul (jaringan parut di sekitar tuba falopi) di mana dapat merusak kesuburan.

Sementara itu, pria yang berisiko lebih tinggi mengalami infertilitas harus segera dievaluasi dengan analisis sperma. Hal ini termasuk pria yang pernah menjalani operasi untuk torsi testis atau untuk testis yang tidak turun.

Baca juga: 10 Penyebab Utama Sulit Hamil

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber NYPost
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X