Waspadai Penyakit dan Kondisi Berikut Sebelum Ikut Lomba Lari

Kompas.com - 28/08/2019, 08:49 WIB
Ilustrasi lari jarak jauh Pavel1964Ilustrasi lari jarak jauh
|
Editor Wisnubrata

Pastikan otot dan sendi kita berfungsi dengan optimal. Sebab, kata Jack, lari adalah aktivitas yang membebani keduanya.

Contohnya, ketika berat badan seseorang mencapai 100 kg. Beban tubuh orang tersebut terlalu berat sehingga mereka yang memiliki berat badan di atas 90 kg tidak dianjurkan untuk lari.

"Contoh berat badan 100 kg diajak lari 5K. Dia mau, tapi setelah itu jebol lututnya. Itu kejadian karena bebannya berat," ucapnya.

Jika kamu mengalami masalah berat badan namun ingin mulai berolahraga, cobalah mulai dengan olahraga yang tidak terlalu membebani lutut. Misalnya, bersepeda.

Jika bersepeda masih dianggap membebani karena berat badan mencapai lebih dari 150 kg, maka kamu bisa mencoba renang.

"Olahraga wajib, tapi sesuaikan dengan kondisinya. Oke berenang dulu, kalau sudah 10 kg baru jalan. Kalau sudah jalan, sepeda, kalau sudah sepeda lari."

"Tapi jangan semangat 45 langsung besok harus lari," ujarnya.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X