4 Cara Mengatasi Kebosanan dalam Pernikahan

Kompas.com - 29/08/2019, 17:00 WIB
Ilustrasi Thinkstock/ShironosovIlustrasi

KOMPAS.com - Fase awal pernikahan mungkin masih membuat dua orang berbunga-bunga, semua yang dilakukan pasangan terasa sebagai hal yang menarik.

Namun, suasana tersebut mudah tergantikan oleh kebosanan dan ini terjadi pada banyak pasangan yang sudah menikah beberapa tahun.

Mungkin sedikit mengerikan membayangkan rasa-rasa cinta tersebut bisa hilang suatu saat. Namun, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi masalah ini.

Menurut psikolog klinik dan konsultan untuk Between Us Clinic, Daniel Sher, banyak pasangan mulai merasa hubungannya membosankan ketika mereka sudah melewati masa transasi fase penemuan awal.

Biasanya perasaan tersebut digantikan oleh perasaan aman dan terprediksi.

"Rasa aman dan terprediksi adalah hal penting. Namun, memiliki perasaan ini sambil menjalani hubungan yang terasa bersemangat dan menarik juga memungkinkan," kata Sher seperti dilansir dari Elite Daily.

Baca juga: Punya Pasangan tapi Merasa Kesepian

Jadi, jika kamu menyadari dinamika kebersamaanmu bersama pasangan tidak sememuaskan sebelumnya, jangan khawatir karena kebosanan itu bisa dihilangkan. Apa saja yang bisa dilakukan?

1. Memberi ruang untuk tumbuh

Menghabiskan waktu berdua mungkin terasa menyenangkan di awal fase pernikahan. Namun, ketika hubungan sudah berlangsung beberapa waktu, penting untuk memberikan masing-masing ruang untuk tumbuh dan berkembang.

"Jika hubungan stagnan, seringkali individu juga merasa perkembangan di hidupnya terhenti," kata pelatih hubungan dan keintiman, Megan Lambert.

Coba tanya dirimu sendiri apa yang kamu inginkan dan ingin dicapai. Seringkali individu yang telah memiliki pasangan ragu mengejar mimpinya karena khawatir hubungan akan terganggu.

Namun, ingatlah bahwa kamu juga perlu memenuhi targetmu sendiri untuk menjaga mimpimu tetap hidup.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

2. Tidak berhenti mengenal satu sama lain

Masa pacaran memang menyenangkan, tak masalah jika kamu ingin kembali ke rasa penasaran dulu saat baru menjalin hubungan, ketika kalian berdua masih saling mengenal.

Jangan berasumsi karena sudah bersama selama beberapa waktu maka tidak ada hal baru yang masih bisa diungkapkan.

Lambert mengatakan, banyak pasangan bosan satu sama lain karena mereka berasumsi sudah mengenal satu sama lain.

"Padahal kenyataannya tidak. Pada setiap momentum, pasanganmu adalah manusia yang baru dan unik," ujarnya.

Baca juga: Stres Kerja Bikin Kehidupan Seks Mati Suri

3. Bereksperimen di tempat tidur

Meskipun kamu berdua sudah merasa sangat cocok dalam masalah seks, lambat laun kehidupan seks bersama pasangan terasa terlalu terprediksi. Kamu sudah tahu foreplay apa yang akan dimainkan dan posisi favoritnya.

Inilah saat yang tepat untuk bereksperimen di tempat tidur. Cobalah suatu hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

"Cobalah memperluas horizon seksual dan bereksplorasi dengan fantasi seksual pasangan untuk membangun ketertarikan dan keintiman yang baru," kata Sher.

4. Pergi kencan mingguan

Menyisihkan waktu untuk kencan mingguan bisa menjadi waktu mendapatkan momentum romantis bersama pasangan. Untuk menjaganya tetap seimbang, kamu bisa bergantian menyusun rencana kencan.

Jika nonton film dan makan malam bersama terasa sudah biasa, cobalah aktivitas yang di luar kebiasaan. Misalnya, naik gunung, ikut kelas melukis, mencoba wine, atau kelas masak.

Pada intinya, merasa bosan dalam sebuah hubungan tidak selalu berarti hubungan tersebut mencapai "masa berlakunya". Jadi, jika kamu merasa mulai terlalu nyaman dengan pasangan dan merasa segala hal mulai membosankan, cobalah menyesuaikan situasi tersebut dan mencari jalan keluarnya.

Baca juga: 3 Kiat Atasi Rasa Bosan dalam Hubungan Asmara



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X