Mengapa Ada Lansia yang Bersikap Seperti Anak Kecil?

Kompas.com - 01/09/2019, 21:18 WIB
Seorang lansia beraktivitas di Kawasan Petamburan, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSeorang lansia beraktivitas di Kawasan Petamburan, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

KOMPAS.com - Orang lanjut usia atau lansia biasanya memiliki kebutuhan khusus yang berbeda.

Apalagi, tak sedikit diantara mereka yang memiliki masalah kesehatan, yang memengaruhi mental dan perilaku. Bahkan, tak jarang hal tersebut membuat mereka bersikap seperti anak kecil.

Gangguan kesehatan mental pada lansia, termasuk depresi dan kecemasan akan memengaruhi lansia dalam melakukan berbagai tugas fisik.

Kondisi tersebut tentu akan menghambat rutinitas sehari-hari mereka. Belum lagi,kondisi tersebut bisa menjadi lebih buruk ketika mereka harus menghadapi kematian orang yang dicintainya.

Oleh karena itu, sangat penting menjaga emosi, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik pada lansia.

Baca juga: Marah Bisa Picu Penyakit Bagi Lansia, Apa Alasannya?

Menurut psikolog Sani B Hermawan Psi, pada lansia kemampuan mengingat dan kemampuan memecahkan masalah sudah berkurang. Fungsi luhurnya (indikator kesehatan mental) menurun. Sehingga, mereka memang mengalami kemunduran dalam hidupnya.

“Bahkan dalam pemikiran sehari-hari juga menurun. Kalau yang sudah tua sekali biasanya pelupa, bicara juga sering diulang-ulang,” kata Sani kepada Kompas.com.

“Pada kasus yang lebih parah, buang air kecil tak lagi di toilet. Atau muncul halusinasi.”
Dibutuhkan kesabaran

Menurut studi klinis, ada korelasi antara penuaan dan penurunan kognitif. Bukti menunjukkan, bahwa sel induk saraf yang terletak di daerah otak tertentu memiliki peran utama dalam fungsi kognitif seperti memori, pembelajaran, dan perilaku emosional.

Sel-sel induk saraf ini lah yang kemudian menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk belajar serta kinerja memori.

“Para lansia biasanya long term memory-nya bagus, short term memory-nya menurun. Karena itu, banyak lansia yang senang sekali membahas masa-masa dulu. Karena adanya regresi di otaknya,” lanjut Sani.

Baca juga: Olahraga Ringan Juga Bantu Perpanjang Umur Lansia

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X