Cegah Penyakit Tifus dengan Jaga Kebersihan Makanan

Kompas.com - 02/09/2019, 13:34 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Penyakit demam tifoid atau tifus termasuk dalam penyakit yang sering ditemui di masyarakat. Penyakit yang ditularkan oleh kuman Salmonella typhi ini bisa ditularkan melalui makanan yang tidak higienis.

Penularan kuman Salmonella ke manusia terjadi melalui makanan atau minuman yang tercemar feses manusia. Itu sebabnya, kebersihan makanan wajib diperhatikan, mulai dari pemilihan bahan makanan hingga cara penyajian.

“Angka penyakit ini di rumah sakit cukup tinggi. Sekitar 5-10 persen kasus tifoid menimbulkan kematian. Bisa karena terlambat diagnosis atau terjadi komplikasi,” kata Prof.Dr. Samsyuridjal Djauzi Sp.PD - KAI, dalam acara di Jakarta (31/8/2019).

Gejala penyakit ini antara lain demam tinggi, diare, dan sembelit. Pada kasus yang berat dan terjadi komplikasi, bisa menyebabkan perdarahan.

Pengobatan tifus dilakukan dengan pemberian antibiotik. Jika pasien mengalami resistensi (kebal) terhadap antibiotik itu, maka penyakitnya sulit diobati dan bisa menyebabkan kematian.

Baca juga: Kenali Gejala Tifus dan Risiko Komplikasinya

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Ketua Umum Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia, Nusye E.Zamsiar, menjelaskan, bakteri Salmonella dikeluarkan dari kotoran orang yang menjadi pembawa kuman (carrier).

Mereka adalah orang yang pernah sakit tifus tapi tidak tuntas pengobatannya sehingga kumannya masih bersembunyi di tubuhnya.

“Orang yang carrier itu sehat-sehat saja, padahal ia membawa kuman. Nah, jika setelah buang air besar ia tidak mencuci tangan dengan bersih, lalu menyentuh makanan, ia bisa menularkan penyakit,” kata Nusye.

Para penjamah makanan (food handler) yang menyiapkan masakan di warung makan, restoran, hingga kantin sekolah, bisa menjadi pintu penularan penyakit jika tidak menjaga kebersihan diri secara baik.

Yang termasuk penjamah makanan bukan hanya koki, tapi juga pelayan dan semua pekerja industri makanan yang melakukan kontak dengan makanan.

Selain soal kebersihan, mereka juga sebaiknya mendapat vaksinasi tifoid atau hepatitis A, penyakit yang ditularkan melalui makanan.

“Di luar negeri, para penjamah makanan ini wajib diimunisasi. Di Singapura dan Malaysia, di semua pedagang kaki lima disediakan akses air bersih untuk memperkecil penularan penyakit,” kata Samsuridjal.

Baca juga: Bakteri di Dalam Mobil, Bisa Sebabkan Infeksi hingga Keracunan Makanan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X