Pentingnya Vaksin Tifoid dan Hepatitis A untuk Penjamah Makanan

Kompas.com - 02/09/2019, 14:27 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Para penjamah makanan (food handler) wajib menjaga higienitas, baik kebersihan diri atau makanan yang dihidangkan, untuk menghindari penularan penyakit melalui makanan.

Selain itu, pekerja di industri jasa boga juga sebaiknya mendapat vaksinasi tifoid dan hepatitis A, dua penyakit yang ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi kotoran manusia.

Para penjamah makanan merupakan orang yang secara langsung berhubungan dengan makanan dan peralatan, mulai dari tahap persiapan, pembersihan, pemasakan, pengangkutan, dan penyajian.

Para penjamah makanan, termasuk di warung makan, restoran, hingga kantin sekolah, Selain mendapatkan vaksinasi juga wajib menjaga cara kerja dan kebersihannya.

Menurut penjelasan Prof. Dr.Samsyuridjal Djauzi, Sp.PD-KAI, demam tifoid yang ditularkan oleh kuman Salmonella typhi dan hepatitis A yang ditularkan oleh virus hepatitis A, terjadi karena pencemaran makanan atau minuman yang tidak higienis.

“Keamanan makanan perlu dijaga. Apalagi saat ini usaha kuliner sedang meningkat dan orang terbiasa makan di luar rumah. Yang dipilih masyarakat adalah yang enak, bukan yang sehat. Kebersihannya juga tidak dilihat,” katanya dalam acara lokakarya Building and Managing Healthy Workforce Collaboration di Jakarta (31/8/2019).

Gaya hidup semacam itu, menurut dia, membuat seseorang sangat beresiko tertular penyakit melalui makanan.

Baca juga: Cegah Penyakit Tifus dengan Jaga Kebersihan Makanan

Ketua Umum Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia, dr. Nusye E.Zamsiar Sp.OK, menjelaskan, bakteri Salmonella dikeluarkan dari kotoran orang yang menjadi pembawa kuman (carrier).

Pembawa kuman adalah orang yang pernah sakit tifus tapi tidak tuntas pengobatannya sehingga kumannya masih bersembunyi di tubuhnya.

“Orang yang carrier itu sehat-sehat saja, padahal ia membawa kuman. Nah, jika setelah buang air besar ia tidak mencuci tangan dengan bersih, lalu menyentuh makanan, ia bisa menularkan penyakit,” kata Nusye.

Kejadian penyebaran infeksi tifoid dan hepatitis A melalui penjamah makanan juga dilaporkan terjadi di beberapa daerah, terutama di kantin sekolah atau kampus.

Satu dosis vaksin tifoid dapat membersikan perlindungan sampai dua tahun, dan pemberiannya diulang tiap tiga tahun. Sementara vaksin hepatitis A dua dosis dengan jarak 6-12 bulan dapat memberikan perlindungan sampai seumur hidup.

Baca juga: Bersifat Akut, Pasien Hepatitis A Memerlukan Penanganan Ini

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X