Penjelasan Ilmiah Mengapa Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Kompas.com - 03/09/2019, 13:24 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Dari berbagai perubahan yang dialami perempuan setelah melahirkan, rambut yang rontok parah mungkin akan dialami semua ibu baru.

Sekitar 60 persen ibu akan mengalami kerontokan rambut beberapa bulan setelah persalinan. Rasa cemas melihat helaian rambut yang rontok membuat banyak ibu bertanya, apakah rambut akan kembali tumbuh normal?

Kabar baiknya, kerontokan rambut itu memang bersifat sementara.

Penyebab

Selama kehamilan, kadar estrogen dan progesteron melonjak tajam. Estrogen merupakan hormon yang punya peran banyak, termasuk kulit dan kelenjar minyak, dan juga pola pertumbuhan rambut.

Ibu hamil biasanya menyadari perubahan pada kulit dan rambutnya. Kulit biasanya akan terlihat lebih bersinar dan rambut tumbuh cepat.

Folikel rambut manusia, yang memproduksi rambut, bekerja dalam pola pertumbuhan, istirahat dan rontok. Siklus itu terus berulang seumur hidup.

Biasanya tiap folikel mengikuti pola sendiri dan akan menyebabkan kerontokan normal sekitar 50-100 helai setiap hari.

Baca juga: Benarkah Diet Ketat Bisa Menyebabkan Rambut Rontok?

Selama kehamilan, kenaikan hormon estrogen merangsang rambut untuk masuk ke dalam fase pertumbuhan, sehingga rambut terasa lebih tebal dan jarang rontok.

Nah, setelah persalinan, kadar hormon dalam tubuh akan kembali normal ke level sebelum kehamilan. Namun, ada beberapa hormon yang tetap tinggi, sehingga menyebabkan transisi dari fase pertumbuhan rambut ke fase istirahat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Motherly
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X