Kontroversi Keamanan Scrub Wajah bagi Kulit

Kompas.com - 04/09/2019, 06:21 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Mengangkat sel kulit mati pada wajah atau eksfoliasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Yang termudah adalah menggunakan scrub wajah di rumah. Kebanyakan produk tersebut, seperti yang diluncurkan oleh Kylie Skin milik Kylie Jenner, menggunakan kacang-kacangan.

Kandungan scrub wajah kacang kenari seperti produk Kylie Skin tersebut ternyata menimbulkan kontroversi karena dianggap kasar dan merusak permukaan kulit.

Produk lain yang juga mendapat komentar sama dari pecinta kecantikan adalah St.Ives Apricot Scrub yang memakai partikel biji buah apricot.

Pemakaian scrub wajah termasuk dalam eksfoliasi fisik. Menurut pendapat dokter dermatologi Kelly Park, eksfoliasi tersebut bersifat abrasif dan keras pada kulit.

“Efeknya kulit bisa iritasi dan kering. Bukan hanya itu, eksfoliasi tersebut juga menyebabkan robekan mikro dan lama-lama kulit menjadi gampang iritasi,” katanya seperti dikutip Huffington Post.

Baca juga: Scrub Kenari Kylie Jenner Diprotes Warganet, Benarkah Berbahaya?

Meski begitu, tidak semua produk scrub wajah buruk. Menurut pakar bedah kosmetik di New York, Marisa Garshick, jika tertarik dengan eksfoliasi fisik kita bisa memakai produk yang lebih lembut.

Salah satu yang direkomendasikan adalah Dove Exfoliating Body Polish yang bahan-bahannya mengandung pelembab. Contoh lain adalah Good Science Beauty Skin Renewing Polishing Powder yang berbahan dasar clay, bukan granula (biji-bijian).

Bikin halus

Pada dasarnya eksfoliasi bertujuan untuk mengangkat lapisan sel-sel kulit mati sehingga kulit menjadi lebih halus dan cerah. Selain itu, kulit juga akan lebih bisa menerima produk skin care karena penyerapannya lebih maksimal.

Para ahli dermatologi lebih menyarankan penggunakan eksfoliasi kimia di klinik dokter atau produk yang dijual bebas. Produk semacan ini biasanya lebih lembut untuk kulit sehingga efek sampingnya minimal.

Produk skin care untuk eksfoliasi mengandung zat-zat acid seperti AHA dan BHA (alpha dan betha hydroxyl acids).

“Zat itu mampu mengangkat lapisan teratas sel kulit mati sehingga kulit akan mendapatkan efek peremajaan. Produk tersebut juga bisa mengatasi masalah seperti hiperpigmentasi, jerawat, warna kulit tidak rata, dan keriput atau pori-pori besar,” kata ahli estetika Sean Lundy.

Baca juga: Amankah Eksfoliasi untuk Menghilangkan Sel Kulit Mati?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X