Yakin Brown Sugar Milk Tea Lebih Sehat dari Bubble Tea Lainnya?

Kompas.com - 09/09/2019, 18:55 WIB
Ilustrasi bubble milk tea shutterstockIlustrasi bubble milk tea
Editor Wisnubrata

Brown sugar berasal dari pohon tebu, sama seperti gula pasir yang biasa berwarna putih. Bedanya, warna cokelat pada brown sugar umumnya berasal dari tambahan molase.

Molase adalah produk sampingan dari proses pengolahan gula tebu. Di Indonesia, molase dikenal juga dengan istilah gula tetes tebu.

Orang-orang mungkin beranggapan bahwa brown sugar lebih sehat dari gula biasa. Brown sugar memang mengandung mineral sedikit lebih banyak dan kalori lebih sedikit dari gula putih, namun perbedaan ini tidaklah signifikan.

Brown sugar tidak hanya digunakan sebagai salah satu campuran milk tea, tetapi juga dipakai saat memasak boba.

Dewasa ini, para pedagang milk tea berlomba-lomba menghadirkan minuman yang dilengkapi dengan brown sugar.

Penggantian gula biasa dengan brown sugar mungkin membuat boba lovers beranggapan bahwa minuman ini menjadi lebih sehat.

Tetapi tahukah kamu bahwa brown sugar milk tea kini dinobatkan sebagai varian milk tea yang paling tidak menyehatkan?

Di lansir dari situs Mount Alvernia Hospital di Singapura, kadar gula yang terkandung pada segelas brown sugar milk tea lengkap dengan boba, berada pada posisi tertinggi. Takaran gula dalam minuman ini mencapai 18,5 sendok teh!

Baca juga: Sedang Hits Brown Sugar, Benarkah Lebih Sehat dari Gula Putih?

Kadar gula tersebut jauh melebihi batas maksimal konsumsi gula harian pada orang dewasa maupun anak-anak. Rutin mengonsumsinya dalam jangka panjang tentu berpotensi membahayakan kesehatan.

Tips minum milk tea tanpa rasa bersalah

Bagi yang sudah terlanjur cinta pada milk tea dan tidak bisa berhenti mengonsumsinya, simak beberapa tips berikut agar tidak terlalu merasa bersalah setiap kali menikmatinya:

  • Pilihlah gelas yang berukuran kecil saat hendak membeli milk tea.
  • Jangan lupa untuk meminta agar takaran gulanya dikurangi, misalnya 30% lebih rendah atau tanpa gula sama sekali.
  • Jangan menggunakan topping atau pilih topping yang rendah kalori.
  • Pilihlah susu yang rendah lemak atau susu skim.
  • Batasi frekuensi konsumsinya, misalnya hanya satu atau dua gelas milk tea dalam seminggu.

Meminum milk tea boleh-boleh saja selama frekuensinya tidak terlalu sering. Pertimbangkan juga untuk mengurangi kadar gula dan mengganti jenis susu maupun topping-nya agar lebih sehat. Semua yang berlebihan tentu tidak baik, bukan?

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X