Yakin Brown Sugar Milk Tea Lebih Sehat dari Bubble Tea Lainnya?

Kompas.com - 09/09/2019, 18:55 WIB
Ilustrasi bubble milk tea shutterstockIlustrasi bubble milk tea
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Brown sugar milk tea, minuman teh kekinian yang biasanya dilengkapi dengan topping boba atau pearl ini digandrungi anak-anak hingga dewasa.

Bahkan boba lovers rela antre demi membeli milk tea lengkap dengan boba kesukaannya.

Teh memang terkenal baik untuk kesehatan karena kaya akan antioksidan. Namun bagaimana jika sudah dicampur dengan bahan lainnya, misalnya susu dan gula?

Beberapa studi menemukan bahwa teh campur susu (atau yang biasa disebut milk tea) akan mengurangi kapasitas antioksidan atau keefektifannya dalam mencegah oksidasi pada tubuh. Namun pendapat ini masih diperdebatkan hingga sekarang.

Pasalnya, ada pula penelitian lain yang menyatakan bahwa susu yang dicampurkan dalam teh tidak akan menghambat fungsi antioksidannya.

Konon, hal ini tergantung pada jenis teh, tipe dan kadar susu yang dicampurkan, cara menyeduh teh, dan cara mengukur kapasitas antioksidannya.

Apa saja yang terkandung dalam segelas boba milk tea?

Istilah boba milk tea mengacu pada beragam minuman manis yang tidak berkarbonasi atau tidak bersoda dan nonalkohol.

Komposisinya biasa terdiri dari teh yang telah diseduh atau yang terbuat dari konsentrat, susu atau bahan tambahan lainnya yang dapat membuat minuman menjadi creamy, pemanis buatan, dan topping boba.

Teh hitam, teh melati, dan teh hijau termasuk jenis teh yang paling sering digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan bubble tea.

Namun teh dengan rasa buah-buahan juga banyak digemari. Mulai dari mangga, kiwi, stroberi, melon, hingga markisa.

Pada dasarnya, komposisi dari boba milk tea hampir sama di semua tempat. Tapi jumlah kalori dalam satu gelas teh susu tergantung pada bagaimana minuman ini disesuaikan dengan keinginan pembeli.

Baca juga: 6 Fakta Seputar Gula, dari Jenis hingga Batas Konsumsinya

Beberapa komposisi di bawah ini akan memengaruhi jumlah kalori dan gula dari segelas milk tea favoritmu:

Topping

Meminum segelas milk tea memang terasa kurang lengkap jika tanpa topping. Padahal, beragam topping yang tersedia bisa menambah kalori ke dalam tubuh kita.

Topping dengan kalori tertinggi diduduki oleh milk foam. Topping ini yang mengandung sebanyak 203 kalori. Di urutan kedua, ada topping cheese foam dengan kira-kira 180 kalori.

Sementara urutan ketiga diduduki oleh boba atau bola-bola tapioka yang mengandung 156 kalori. Pelengkap milk tea ini juga tinggi karbohidrat.

Jika kamu memang sangat menyukai topping dalam minumanmu, sebaiknya pilih jenis topping yang rendah kalori. Misalnya, lidah buaya dan kacang merah. Kedua topping ini mengandung kalori paling sedikit dibandingkan berbagai topping lainnya.

Susu

Penggunaan susu gandum organik atau susu almond tentunya akan lebih sehat dan mengandung lebih sedikit kalori. Namun bisa dibilang, tidak banyak pedagang boba milk tea yang menggunakan bahan-bahan ini.

Sebagian besar pedagang bubble tea memakai produk susu biasa untuk menciptakan cita rasa creamy dalam minuman kekinian ini.

Perasa buah-buahan

Perasa buah yang terbuat dari sirup mengandung lebih banyak kalori dan pastinya kurang menyehatkan jika dibandingkan dengan sari buah alami.

Gula

Selain jumlah kalori, jumlah kadar gula juga penting untuk diperhatikan. Orang dewasa seharusnya hanya boleh mengonsumsi 8-11 sendok teh gula dalam sehari.

Sementara batasan konsumsi gula per hari untuk anak-anak dan remaja adalah di bawah lima sendok teh per hari.

Dalam segelas boba milk tea berukuran 500 ml dengan takaran gula normal, bisa mengandung gula sebanyak delapan sendok teh.

Takaran gula tersebut sudah memenuhi batas kadar gula yang masuk ke tubuh orang dewasa dan berlebihan bagi anak-anak serta remaja.

Baca juga: Yang Terjadi pada Tubuh Saat Kita Berhenti Mengonsumsi Gula

 

Bayangkan saja jika kamu mengonsumsi boba milk tea dalam ukuran yang lebih besar, kadar gulanya tentu akan lebih tinggi lagi, bukan?

Brown sugar vs gula biasa

Ilustrasi brown sugar.Shutterstock Ilustrasi brown sugar.
Mungkin banyak yang mengira bahwa brown sugar adalah gula merah. Anggapan ini tidaklah tepat.

Brown sugar berasal dari pohon tebu, sama seperti gula pasir yang biasa berwarna putih. Bedanya, warna cokelat pada brown sugar umumnya berasal dari tambahan molase.

Molase adalah produk sampingan dari proses pengolahan gula tebu. Di Indonesia, molase dikenal juga dengan istilah gula tetes tebu.

Orang-orang mungkin beranggapan bahwa brown sugar lebih sehat dari gula biasa. Brown sugar memang mengandung mineral sedikit lebih banyak dan kalori lebih sedikit dari gula putih, namun perbedaan ini tidaklah signifikan.

Brown sugar tidak hanya digunakan sebagai salah satu campuran milk tea, tetapi juga dipakai saat memasak boba.

Dewasa ini, para pedagang milk tea berlomba-lomba menghadirkan minuman yang dilengkapi dengan brown sugar.

Penggantian gula biasa dengan brown sugar mungkin membuat boba lovers beranggapan bahwa minuman ini menjadi lebih sehat.

Tetapi tahukah kamu bahwa brown sugar milk tea kini dinobatkan sebagai varian milk tea yang paling tidak menyehatkan?

Di lansir dari situs Mount Alvernia Hospital di Singapura, kadar gula yang terkandung pada segelas brown sugar milk tea lengkap dengan boba, berada pada posisi tertinggi. Takaran gula dalam minuman ini mencapai 18,5 sendok teh!

Baca juga: Sedang Hits Brown Sugar, Benarkah Lebih Sehat dari Gula Putih?

Kadar gula tersebut jauh melebihi batas maksimal konsumsi gula harian pada orang dewasa maupun anak-anak. Rutin mengonsumsinya dalam jangka panjang tentu berpotensi membahayakan kesehatan.

Tips minum milk tea tanpa rasa bersalah

Bagi yang sudah terlanjur cinta pada milk tea dan tidak bisa berhenti mengonsumsinya, simak beberapa tips berikut agar tidak terlalu merasa bersalah setiap kali menikmatinya:

  • Pilihlah gelas yang berukuran kecil saat hendak membeli milk tea.
  • Jangan lupa untuk meminta agar takaran gulanya dikurangi, misalnya 30% lebih rendah atau tanpa gula sama sekali.
  • Jangan menggunakan topping atau pilih topping yang rendah kalori.
  • Pilihlah susu yang rendah lemak atau susu skim.
  • Batasi frekuensi konsumsinya, misalnya hanya satu atau dua gelas milk tea dalam seminggu.

Meminum milk tea boleh-boleh saja selama frekuensinya tidak terlalu sering. Pertimbangkan juga untuk mengurangi kadar gula dan mengganti jenis susu maupun topping-nya agar lebih sehat. Semua yang berlebihan tentu tidak baik, bukan?



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X