Penyebab Serangan Jantung pada Pria di Bawah 40 Tahun

Kompas.com - 09/09/2019, 20:44 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com – Serangan jantung kini bukan lagi penyakit khas orang lanjut usia. Tak sedikit pria berusia 30-an sudah terkena penyakit yang bisa berakibat fatal ini. Para ahli menyebut beberapa faktor pemicunya.

Peningkatan pasien serangan jantung berusia muda terlihat dalam dua dekade terakhir.

“Dulu sangat jarang ada pasien berusia kurang dari 40 tahun sakit serangan jantung. Sekarang ini, bahkan ada yang berusia 20-an tahun atau awal 30-an. Berdasarkan apa yang kami lihat, kita berada di arah yang salah,” kata dokter spesialis jantung Ron Blankstein.

Ada beberapa faktor yang bisa menjelaskan penyebab serangan jantung tersebut.

- Kegemukan di usia muda
Prosentase anak yang gemuk terus meningkat dan sayangnya berat badan tersebut susah diturunkan saat usia dewasa. Salah satu pemicunya adalah pola makan yang tidak sehat serta kurangnya aktivitas fisik.

Kelebihan berat badan tersebut bisa menyebabkan kerja jantung makin berat. Lemak yang menumpuk di area perut juga akan melepaskan zat-zat kimia yang memicu terjadinya peradangan, yang memicu timbunan plak di sekitar arteri sehingga sirkulasi darah tersumbat. Akibatnya adalah serangan jantung.

Baca juga: Bagaimana Obesitas Bisa Berujung ke Serangan Jantung?

- Usia merokok makin dini
Memang jumlah perokok secara umum telah menurun, terutama pada pria berusia di atas 50 tahun. Namun, pada kelompok usia 25-44 tahun, jumlahnya tetap, bahkan meningkat.

Para ahli menyebut, hanya dibutuhkan sebatang rokok sehari untuk membuat risiko seorang pria terkena penyakit jantung koroner naik 50 persen.

Kebanyakan orang mengira efek buruk rokok dapat ditekan jika mereka mengganti rokoknya dengan vape, padahal rokok elektrik tersebut tidak lebih baik. Kemungkinan terkena penyakit jantung gara-gara merokok vape naik 40 persen dibanding pada bukan perokok.

- Stres di usia muda
Setiap generasi menganggap menjalani kehidupan yang penuh tekanan. Namun, data menunjukkan, orang berusia 22-39 tahun merupakan kelompok yang tingkat stresnya paling tinggi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber menshealth
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X