Kostum Tur Ariana Grande Dituduh Menjiplak Karya Desainer Indie

Kompas.com - 10/09/2019, 11:40 WIB
Ariana Grande pamer gaun yang batal ia kenakan ke Grammy Awards 2019 pada 10 Februari. Instagram/Ariana GrandeAriana Grande pamer gaun yang batal ia kenakan ke Grammy Awards 2019 pada 10 Februari.

KOMPAS.com – Tur konser Ariana Grande yang bertajuk “Sweetener World Tour” sukses dilakukan di beberapa kota meski ada yang ditunda. Para penggemarnya menganggap penampilan penyanyi berusia 25 tahun itu memukau.

Walau demikian, ternyata ada kabar miring di balik tur konser tersebut. Tim desainer yang menyiapkan kostum Grande dianggap menjiplak karya milik Yeha Leung, seorang desainer indie.

Menurut Leung, pada awalnya ia dihubungi tim stylist Grande untuk mendesain beberapa kostum tur. Namun, ia menolaknya karena alasan waktu yang sangat mepet.

“Aku dihubungi oleh tim stylist untuk membuat beberapa kostum. Tapi, aku tolak karena waktunya mepet, apalagi mayoritas karya saya adalah buatan tangan,” kata wanita yang memiliki brand Creepyyeha ini.

Semua produk Creepyyeha itu ia jual secara online dan dibuat berdasarkan pesanan.

Baca juga: Ariana Grande Gugat Forever 21 karena Dugaan Pelanggaran Hak CIpta

Busana karya Yeha Leung (kiri) dan kostum konser Ariana Grande (kanan) yang dianggap memiliki banyak kesamaan.Insider Busana karya Yeha Leung (kiri) dan kostum konser Ariana Grande (kanan) yang dianggap memiliki banyak kesamaan.

Dalam tur konser yang dimulai pada Maret 2019, Grande menggunakan beberapa busana rancangan Versace. Namun, kemiripan busana tersebut dengan beberapa karya Leung menarik perhatian.

Akun Diet Prada, akun “pengawas fashion” di Instagram, juga memposting beberapa kostum yang dipakai Grande yang disebut sebagai “Sweetener Mood Board”.

Diet Prada juga menuduh Grande “secara tidak pantas memakai estetika kulit hitam” karena mayoritas gambar dalam mood board itu menggunakan referensi wanita kulit hitam yang kebanyakan adalah Rihanna.

Penata gaya Grande, Law Roach, menanggapi postingan tersebut dan membela kliennya.

“Mood board ini dibuat oleh aku (pria kulit hitam) untuk Grande. Jadi, apakah saya mencuri dari budaya saya sendiri? Ia tidak menata gayanya sendiri. Ia mempercayakan pada saya selama bertahun-tahun yang sesuai dengan citranya. Lagi pula, siapa di industry fashion yang tidak terinspirasi oleh Rihanna,” tulis Roach.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X