BrandzView
Artikel ini merupakan kerjasama Kompas.com dengan Gofood

Strategi Makan Enak dengan Budget Terbatas

Kompas.com - 10/09/2019, 17:45 WIB
Ilustrasi ibu rumah tangga SHUTTERSTOCKIlustrasi ibu rumah tangga

KOMPAS.com – Winda (27) tahun tampak sibuk menghitung sesuatu dengan kalkulator. Di sampingnya terdapat setumpuk uang dan beberapa lembar kertas.

Dengan teliti, ibu rumah tangga itu mendaftar dan membagi pengeluarannya setiap bulan.

Setelah dihitung-hitung, biaya yang dikeluarkan Winda untuk makan keluarganya tiap bulan hampir separuh dari pendapatannya.

Winda akan semakin pusing saat akhir bulan tiba. Di saat-saat sebelum gajian itu, dia harus putar otak untuk menghemat uang yang tersisa.

Alhasil, dirinya terkadang menyajikan makanan dengan menu seadanya. Demi bisa bertahan hingga waktu gajian berikutnya tiba.

Ternyata bukan cuma Winda, tokoh ilustrasi dari cerita ini, yang mengeluarkan biaya cukup besar untuk makan setiap bulannya.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran penduduk Indonesia pada Maret 2018 berkisar Rp 1,12 juta per kapita per bulan.

Dari jumlah itu, rata-rata penduduk perkotaan menggunakan 45,98 persennya untuk membeli berbagai komoditi makanan. Sementara itu, penduduk perdesaan menghabiskan 50 persen dari total pengeluarannya.

Nah, agar pengeluaran untuk makan dapat dihemat, berikut beberapa trik yang bisa diterapkan, seperti dilansir dari laman healthline.com.

Belanja sesuai kebutuhan

Langkah pertama menghemat pengeluaran adalah belanja sesuai kebutuhan dan daftar yang sudah dibuat.

Untuk itu, ada baiknya menyiapkan daftar barang-barang apa saja yang dibutuhkan sebelum pergi berbelanja. Pasalnya, Anda terkadang bisa tergoda dan belanja lebih banyak saat sudah tiba di pasar atau supermarket.

Ada trik yang bisa dicoba jika berbelanja di supermarket. Cobalah mencari barang yang terletak di bagian atas atau bawah rak. Sebabnya, barang paling mahal biasanya ditempatkan setinggi pandangan mata.

Ilustrasi makan bersama keluargaSHUTTERSTOCK Ilustrasi makan bersama keluarga

Ganti daging dengan sumber protein lain

Mengurangi konsumsi daging dapat menjadi cara alternatif lain untuk menghemat uang. Ada banyak sumber protein lain yang dapat digunakan selain daging, seperti seperti kacang-kacangan, telur, atau ikan.

Tentunya, sumber-sumber protein lain itu lebih murah, bergizi, dan mudah disiapkan. Anda bisa mencoba melakukannya satu atau dua hari per minggu.

Manfaatkan voucher

Cara lainnya untuk menghemat pengeluaran makan adalah memanfaatkan voucher. Saat ini, banyak retail, restoran, hingga layanan pesan-antar makanan yang sering memberikan voucher. Salah satunya, layanan GoFood dari GoJek.

Dengan memanfaatkan voucher GoFood, pengguna akan mendapatkan berbagai kemudahan, seperti menghemat waktu dan tenaga, termasuk harga yang pas dikantong.

Selain itu, dengan memesan makanan lewat GoFood para ibu rumah tangga juga dapat menyediakan pilihan menu favorit masing-masing anggota keluarga.

Kali ini layanan, GoFood memberikan penawaran menarik bagi pelanggan baru dan pelanggan setianya, dengan voucher senilai Rp 300.000 yang bisa dinikmati hingga 27 September 2019.

Anda dapat langsung memesan GoFood sebanyak-banyaknya melalui aplikasi Gojek untuk mendapat keuntungan maksimal.

Anda pun tidak perlu bingung saat memilih makanan, sebab salah satu layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara ini memiliki lebih dari 400.000 merchant kuliner, dimana 96 persen diantaranya merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Jadi, para ibu rumah tangga bisa terus menyajikan makanan enak, sambil menghemat pengeluaran setiap bulannya.

Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya