Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/09/2019, 10:42 WIB
Reni Susanti,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Suara mesin mobil terdengar kian keras di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung.

Tak berapa lama, dari kejauhan masuk sebuah mobil Honda Brio yang melaju dengan kencang. mobil itu kemudian bermanuver, dan berbelok tajam.

Sejurus kemudian, aksi itu disambut tepuk tangan meriah dari sejumlah penonton yang berada di sekitaran kantor Gubernur Jawa Barat tersebut.

Penonton berdecak kagum. Apalagi setelah mengetahui, mobil tersebut dikendarai oleh seorang perempuan.

“(Balap) kini tidak menjadi dominasi laki-laki. Semakin banyak perempuan yang menyukai dunia ini.”

Baca juga: Selebriti Perempuan yang Melawan Diskriminasi Usia di Hollywood

Begitu ujar PR Manager Honda Prospect Motor (HPM) Yulian Karfili di Bandung, Senin (9/9/2019) lalu.

Alasan itu pula yang mendasari keputusan untuk mengadakan Brio Saturday Night Challange yang merupakan lomba slalom.

Dalam lomba ini, peserta ditantang melintasi track, dan melakukan manuver melewati berbagai rintangan.

Penentuan juara digelar dengan menggunakan format bracket time yang terdiri dari lima  kelas, yaitu kelas “Break The Limit” khusus untuk peserta dengan catatan waktu di bawah 21,999 detik, kelas 22 detik, 24 detik, 26 detik, dan 28 detik.

Di Bandung, lomba slalom ini diikuti lebih dari 40 peserta. Dari jumlah itu, sebagiannya adalah perempuan.

Baca juga: Air Max 720 Saturnus, Kombinasi Boots Balap dan Sneakers

“Para wanita tertarik dengan slalom karena konsepnya semua orang bisa. Di sini tidak memandang gender, semua bisa berpartisipasi,” tutur Yulian.

Menurut dia, orang yang mengikuti kegiatan ini karena hobi. Dari awalnya ikut balap liar, kemudian ikut balapan seperti ini, hingga akhirnya ada yang menjadi profesional terjun ke dunia balap.

Contohnya Rio SB. Kariernya dimulai dari jalanan, lomba slalom, kemudian bersama Honda Racing Indonesia menjadi pembalap profesional.

Pembalap perempuan

Hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi pada kaum hawa. Apalagi saat ini, perempuan yang minat terhadap dunia balap terus bertambah.

Sebut saja Raya Kitty, Inka Putri Pratiwi, Alexandra Asmasoebrata, Diandra Gautama, Alinka Hardianti, hingga Kintan Mary.

Dari wawancara belum lama ini, Kintan menyukai dunia balap sejak usia 16 tahunan. Ia mengikuti balap liar dan meraih podium keempat.

Baca juga: Punya Saudara Perempuan Bisa Membuat Kita Jadi Sosok yang Lebih Baik

Ia kemudian mengikuti balapan resmi dan beberapa kali meraih podium.

Kini, Kintan pun banyak tampil di televisi nasional untuk mengisi talkshow ataupun berakting.

“Saya gak pernah takut balapan. Balapan itu asik, menyenangkan,” ujar dia seraya mengakui pembalap perempuan tak kalah berprestasi dibanding pembalap pria.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com