Ketika Kaos Segitiga Biru Melenggang di Panggung New York Fashion Week

Kompas.com - 13/09/2019, 07:49 WIB
Koleksi busana dengan ikon tepung Segitiga Biru menjadi salah satu koleksi busana 2madison di atas panggung New York Fashion Week 2020. Instagram @2madison_galleryKoleksi busana dengan ikon tepung Segitiga Biru menjadi salah satu koleksi busana 2madison di atas panggung New York Fashion Week 2020.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Panggung New York Fashion Week (NYFW) selalu menjadi sorotan para pencinta dunia mode dari seluruh dunia setiap tahunnya.

Tahun ini, ada satu hal unik yang mengundang mata tak hanya para pencinta mode tanah air, tetapi juga masyarakat luas yang mengenal logo produk yang satu ini: tepung terigu Segitiga Biru.

Ya, logo segitiga ikonik produk tersebut tersemat pada kaos salah satu model yang melenggang di atas runway NYFW, 9 September lalu.

Kaos tersebut adalah salah satu busana rancangan Maggie Hutauruk Eddy, desainer asal Indonesia yang membawa label busananya, 2madison Avenue.

Dalam unggahannya di akun Instagram @2madison_gallery, Maggie menuliskan bahwa ini adalah kali pertamanya ia berkreasi dengan karung daur ulang.

Kaos berlabel Segitiga Biru itu kemudian dipadukan dengan beberapa bahan kain lainnya, salah satunya tenun Makassar, untuk menghasilkan tampilan ala hip-hop tahun 80an yang sangat 'nyeni'.

"Orang-orang Indonesia sangat familiar dengan "Cap Segitiga Biru" yang bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional di seluruh penjuru negeri."

"Kini Cap Segitiga Biru dibuat untuk NYFW," tulis Maggie.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

"It's my first time experimenting with recycled sacks. I was going for the eclectic 80's hip-hip look/street wear/ artsy look, using modern fabric, handwoven fabric of Makassar, and recycled flour-sacks : "Cap Segitiga Biru". Indonesians are very familiar with this logo, which you'd find in any of the traditional markets across our country. It's now made it to @nyfw". ???? As explained by @2maggieson, Creative Director for @2madisonavenue. Print design by @agemosevr X @yellowhit of #2madison_search. Photographed by @gettyimages @illynook for @nyfw. Coordinated by @indonesiancreativehub @riviereagency. Stylist @fitbycoco_ @dominiccidoesit @fortherose #RinaA . Modeled by @ibaaith. . . . . . #NYFWSS20 #NYFW #springsummer2020 #newyorkfashionweek #roadtoNYFW #indonesiandiversity #2madisonavenue #indiebrand #doingme #doingmythinginpeace #designerlife #recycledfashion #greenfashion #ecofriendlyfashion #responsiblefashion

A post shared by 2madison (To Madison) (@2madison_gallery) on Sep 12, 2019 at 5:52am PDT

Tabrak motif dan bahan bisa dibilang menjadi ciri khas 2madison yang kerap dituangkan ke dalam koleksi busananya.

Untuk koleksi kali ini, tabrak motif dan bahan juga diaplikasikan pada tampilan lainnya. Seperti tampilan dengan kreasi tepung terigu Payung yang menjadi pembuka pertunjukan.

Logo tepung terigu Payung dijahit pada kaos berwarna putih kemudian dipadukan dengan celana panjang potongan longgar berwarna-warni.

Nuansa streetwear pada tampilan tersebut sangat kental, misalnya terdefinisikan dengan rantai kuning yang tersemat pada sisi kantung celana bagian kanan.

Busana unik lainnya seperti jaket denim panjang dengan logo beras super Kereta Kencana pada bagian belakang.

Jaket denim bergaris dengan detail berkilau dipadukan dengan rok pendek bermotif senada dan crop top berwarna pink neon yang memancarkan keceriaan pada pemakainya.

Namun, tak semua logo ikonik produk khas Indonesia itu tersemat pada setiap busana. Pada salah satu busana, misalnya, Maggie mengkreasikan bahan karung daur ulang menjadi flirty skirt yang dipadukan dengan manis bersama crop top berbahan tulle. Memberikan tampilan streetstyle yang unik dengan sassy look yang ditonjolkan.

Adapun Maggie merupakan satu dari empat desainer yang tampil di panggung NYFW 2020 bersama Indonesia Creative Hub. Selain Maggie, tiga desainer asal Indonesia lainnya yang juga tampil di sana adalah Yogiswari Prajanti, Marina Christyanti dan Julianto.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X