Kompas.com - 14/09/2019, 14:45 WIB
Ilustrasi makan, lapar DragonImagesIlustrasi makan, lapar
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Bagi sebagian besar orang, makan bukan hanya dilakukan demi bertahan hidup saja tetapi sekaligus menjadi kegiatan yang menyenangkan. Apalagi jika makanan yang dikonsumsi terasa lezat dan membangkitkan nafsu makan.

Sayangnya, nafsu makan meningkat juga dapat menimbulkan masalah. Kita bisa menjadi kalap makan dan berpotensi menambah berat badan. Selain itu, nafsu makan yang berlebih ternyata bisa menjadi tanda penyakit.

Nafsu makan meningkat yang terjadi sementara mungkin diakibatkan oleh stres ataupun kecemasan karena suatu kejadian tertentu. Hal tersebut akan menghilang dengan sendirinya saat sumber stres atau kecemasan dapat diatasi.

Namun, terdapat beberapa kondisi yang dapat menimbulkan nafsu makan meningkat. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi pelaku pemicu nafsu makan meningkat, yaitu:

1. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah kondisi saat kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroksin yang membuat metabolisme tubuh semakin cepat.

Terkadang percepatan metabolisme tersebut dapat membuat penurunan berat badan dan detak jantung yang tidak beraturan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala hipertiroidisme tidak hanya berat badan yang menurun dengan cepat dan detak jantung yang tidak beraturan, tetapi juga nafsu makan meningkat.

2. Penyakit Grave

Terdapat berbagai penyebab dari hipertiroidisme, salah satunya adalah penyakit Grave. Penyakit Grave adalah penyakit autoimun yang menyerang bagian organ tiroid dan menyebabkan meningkatkan produksi hormon tiroid.

Penyakit Grave memiliki gejala yang sama dengan hipertiroidisme dan karenanya juga menyebabkan nafsu makan meningkat.

3. Hipoglikemia

Kadar gula darah tidak hanya bisa naik, tetapi juga turun. Kadar gula darah yang terlalu rendah dikenal dengan istilah hipoglikemia.

Kadar gula darah yang menurun dapat diakibatkan oleh berbagai hal, tetapi umumnya dirasakan oleh penderita diabetes.

Hipoglikemia menimbulkan gejala berupa nafsu makan meningkat, mual, gemetaran, kelaparan, berkeringat dingin, dan jantung berdetak kencang.

4. Diabetes

Nafsu makan meningkat bisa jadi salah satu tanda dari diabetes yang merupakan penyakit yang cukup umum di kalangan masyarakat. Diabetes merupakan kondisi saat tubuh tidak mampu memproses gula dalam darah.

Secara garis besar, diabetes terbagi menjadi dua, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, keduanya dapat menyebabkan nafsu makan meningkat.

5. Kehamilan

Nafsu makan meningkat mungkin bukan gejala kehamilan yang paling utama, karena ibu yang sedang hamil akan lebih cenderung merasa mual, kram, ataupun sakit kepala. Akan tetapi, nafsu makan meningkat dapat dialami ketika sedang hamil.

Rasa lapar dan nafsu makan meningkat umumnya muncul saat awal dari trimester kedua. Saat trimester pertama, ibu yang sedang hamil biasanya akan mengalami penurunan nafsu makan atau bahkan tidak memiliki nafsu makan sama sekali.

6. Sindrom premenstruasi

Nafsu makan yang meningkat dan ngidam makanan tertentu dapat muncul saat wanita mengalami sindrom premenstruasi.

Wanita yang sedang mengalami sindrom premenstruasi seringnya menginginkan makanan yang berlemak, manis, atau yang tinggi karbohidrat.

Hal ini dikarenakan perubahan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh sebelum menstruasi yang mengakibatkan nafsu makan meningkat.

7. Depresi

Ciri khas utama dari depresi adalah perasaan sedih yang mendalam yang membuat penderitanya kesulitan untuk menikmati kehidupannya. Namun, tahukah kamu bahwa terdapat berbagai macam jenis depresi?

Salah satu jenisnya adalah depresi atipikal yang ditandai dengan membaiknya suasana hati saat terjadi kejadian yang positif.

Gejala lain dari depresi atipikal adalah nafsu makan meningkat, merasa ditolak, sensasi berat pada paha dan lengan, serta terlalu banyak tidur.

Konsultasikan ke dokter

Apabila nafsu makan meningkat yang dialami makin parah atau sulit untuk dikendalikan, konsultasikan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menimbang berat badan, dan memberikan beberapa pertanyaan kesehatan, pola makan, dan gejala lain yang dialami selain nafsu makan meningkat.

Dokter bisa saja meminta untuk menjalani tes darah dan tiroid untuk mengukur dan melihat kinerja hormon tiroid dalam tubuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.